Berita Kalsel

Air Leding Mati Total, Warga Kertak Hanyar Bingung Mandikan Jenazah

PENGURUS rukun kematian di Kompleks Graha Alam Manarap (GAM), RT10, RW01, Desa Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, kebingungan.

banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
LEDING di Kompleks Graha Alam Manarap (GAM), RT10, RW01, Desa Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar mati total selama 16 hari. Untuk memandikan jenazah, warga mendatangkan air dari Kayu Tangi, Banjarmasin. 

TRIBUNKALTENG.COM, KERTAKHANYAR - PENGURUS rukun kematian di Kompleks Graha Alam Manarap (GAM), RT10, RW01, Desa Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, kebingungan.

Untuk memandikan jenazah salah satu warga yang meninggal Selasa (28/3/17) subuh, pengurus rukun kematian kebingungan. Pasalnya, air leding PDAM Intan Banjar sudah hari ke-16 macet total.

"Kami bingung mau cari air kemana untuk memandikan jenazajah. Sudah hari ke-16, air leding dari PDAM Intan macet total," kata Suwarno.

Suwarno yang juga salah satu guru sekolah dasar (SD) di Kota Banjarmasin ini akhirnya berembug dengan pihak ahli waris kematian.

Sejak pagi, pihak keluarga dan pengurus rukun kematian menelpon salah satu penjual air di kawasan Kayu Tangi Banjarmasin.

"Ya akhirnya setelah berjam-jam menunggu, akhirnya air datang. Untung penjual air dari Kota Banjarmasin mau datang ke para pelanggan PDAM Intan Kabupaten Banjar," kata Suwarno.

Sebelumnya, sampai Senin (27/31/7) pukul 23:49 Wita, air PDAM Intan Kabupaten Banjar, belum juga mengalir ke kawasan Kertak Hanyar sekitarnya. Warga Kertak Hanyar terus menunggu tetesan air dari PDAM Intan yang sudah 15 hari terakhir mati total.

"Iya nih, saya sampai pukul 23.29 Wita, air PDAM Intan belum juga mengalir. Kesal, geram dan marah. Kami warga sepakat begadang malam ini untuk menunggu tetesan air," kata Nuri, warga Kompleks Graha Alam Manarap (GAM), RT10, RW01, Desa Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

Pasca macet total, distribusi air PDAM Intan Kabupaten Banjar di wilayah Jl A Yani, Gambut dan Aluh-aluh, kini banyak oknum yang membisniskan air bersih tersebut dalam bentuk jerigen. Satu jerigen air bersih ada yang menjual Rp20 ribu sampai Rp25 ribu.

"Para pedagang keliling air PDAM Intan Banjar ini menggunakan sepeda motor menjajakan air bersih PDAM. Rata-rata ada menjual per jerigen Rp10 ribu sampai Rp25 ribu. Bagaimana ini, koq jadi kacau. Ribuan warga Kertak Hanyar, Gambut, Aluh-aluh dan A Yani, tak bisa menikmati air bersih dalam setengah bulan terakhir ini, koq bisnis air bersih menggunakan jerigen merajalelala. Tolong polisi dan Pemkab Banjar menertibkan. Ini situasi sudah kacau. Malam ini kami begadang lagi siapa tahu ada tetesan air dari kran," pinta Ila, warga Jl Manarap, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Senin (27/3/17) malam.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved