Kontrak Terancam Batal dan Rugi Miliaran, Ini Kata Manajer Ridho Rhoma

Meski pekerjaannya hilang, namun Tanti tidak mau menyebutkan berapa kerugian nominal Ridho yang menunda kontrak kerja bersama klien-kliennya.

Istimewa
Mungkinkah Saat Rhoma Irama Jadi Duta Anti Narkoba Bersamaan dengan Ridho Rhoma Menjadi Pecandu? 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Manajer pedangdut Ridho Rhoma (28), Tanti menegaskan kalau kliennya kehilangan banyak pekerjaan, dengan menjadi tahanan Polres Metro Jakarta Barat.

"Pasti lah kehilangan banyak pekerjaan. Dia (Ridho) lagi promo lagu barunya dan juga ada beberapa kontrak pekerjaan juga," kata Tanti saat ditemui di gedung Polres Metro Jakarta Barat, Grogol, Jakarta Barat, Senin (27/3/2017).

Meski pekerjaannya hilang, namun Tanti tidak mau menyebutkan berapa kerugian nominal Ridho yang menunda kontrak kerja bersama klien-kliennya.

"Ada lah nominalnya. Minta doanya aja. Kontrak belum dibatalkan karena masih menunggu penyidikan dari pihak kepolisian," ungkapnya.

Ridho Rhoma
Ridho Rhoma (kompas.com)

Menurut informasi yang beredar, Ridho dikabarkan menderita kerugian hingga Miliaran Rupiah, karena sebelum ditangkap terdapat beberapa kontrak kerja baik lagu atau pekerjaan lainnya.

"Yang jelas dia sebelumnya sudah menjalankan kewajibannya, dalam arti promo lagu terbaru dan lain-lain. Cuma sekarang lagi kesandung masalah ini. Jadi minta doanya aja," ungkapnya.

Lanjut Tanti, manajemen Ridho tidak mengurusi masalah kerugian anak Raja Dangdut Rhoma Irama itu dan juga dari pihak klien lainnya.

Bagi Tanti, yang terpenting adalah bagaimana membuat Ridho tetap semangat dan bisa lebih cepat keluar dari penjara.

"Bagi kami yang penting itu Ridho. Semoga dia tetap semangat dan kami mempunyai keinginan supaya lebih baik lagi," ujar Tanti.

Penyanyi dangdut Ridho Rhoma ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Sabtu pagi bersama temannya MS.

Penangkapan RR dan MS setelah pihak kepolisian mengintai keduanya setelah 2 minggu, hasil dari pengembangan penyidikan.

Dari penangkapan tersebut, dari RR diamankan sabu-sabu seberat 0,76 gram dan alat hisapnya (bong). Sementara dari MS, diamankan 2 butir psikotropika jenis dumolit.

Tiga hari berada di dalam penjara, rupanya pihak keluarga Ridho sudah mengirimkan asesmen untuk meminta rehablitiasi.

Karena, menurut keluarga, Ridho adalah korban bukan pengedar atau apapun, meski dari pengakuan Ridho sudah menggunakan narkotika selama 2 tahun belakangan ini.

Pihak Polres Metro Jakarta Barat pun sedang memproses asesmen yang diminta oleh pihak keluarga Ridho, untuk direhabilitasi. (Arie Puji Waluyo)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved