Bisnis dan Ekonomi

Diresmikan April 2017, Jalur Kapal Ro-Ro Bakal Layani Jalur Indonesia-Filipina

Para pelaku usaha dari kedua negara juga sudah mulai mengidentifikasi berbagai komoditas dan produk-produk yang bisa diekspor maupun diimpor.

Diresmikan April 2017, Jalur Kapal Ro-Ro Bakal Layani Jalur Indonesia-Filipina
banjarmasinpost.co.id/dok
Penumpang kapal bersepeda motor siap berangkat menggunakan kapal Roro di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik rencana dibukanya jalur transportasi laut dengan kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) pada rute Davao-General Santos-Bitung (DGB).

Langkah tersebut dinilai akan meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Filipina. Jalur tersebut merupakan salah satu rute prioritas dalam jalur ASEAN Roro Network Project sebagaimana tercantum dalam ASEAN Economic Community Blueprint (AEC) 2025 dan BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippine Growth Area) Vision 2025.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani menjelaskan, pembukaan jalur Roro Davao-General Santos-Bitung akan membawa keuntungan tersendiri bagi peningkatan perdagangan kedua negara, khususnya bagi Kawasan Timur Indonesia.

“Akses pasar ke Filipina akan menjadi semakin mudah melalui pelabuhan Bitung bagi komoditas dan produk dari Kawasan Timur Indonesia, demikian juga halnya dari Mindanao,” kata Rosan melalui keterangan resmi, Selasa (14/3/2017).

Selain itu, lanjut Rosan, biaya bongkar muat menjadi lebih murah dan waktu pelayaran pun lebih singkat. Para pelaku usaha dari kedua negara juga sudah mulai mengidentifikasi berbagai komoditas dan produk-produk yang bisa diekspor maupun diimpor.

Selama ini, waktu pelayaran Bitung-Jakarta atau Surabaya-Manila-Davao memerlukan waktu tiga minggu sampai lima minggu. Sementara pelayaran dengan DGB RORO hanya akan memerlukan satu setengah hari di luar waktu bongkar muat.

“Selain perdagangan, terbuka juga peluang investasi dan pariwisata yang kita harapkan dapat meningkatkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kawasan timur Indonesia,” kata Rosan.

Jalur RORO Davao-General Santos-Bitung ini rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada tanggal 30 April 2017 di Davao City bertepatan dengan peringatan ke 50 KTT ASEAN 2017 di Manila. (KOMPAS.com)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved