Netizen Bela Sandiaga Terkait Kasus 2013, "Tahun 1970an Ada Gak, Panggil Aja Skrg"
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dipanggil sebagai saksi ke Polsek Tanah Abang terkait kasus tahun 2013 lalu.
Penulis: Elpianur Achmad | Editor: Mustain Khaitami
TRIBUNKALTENG.COM - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dipanggil sebagai saksi ke Polsek Tanah Abang terkait kasus tahun 2013 lalu.
Belum diketahui secara pasti kasus apa yang melibatkan Sandiaga Uno.
Namun berdasarkan surat pemanggilan bernomor Spgl/S-14/III/2017/Sektro TA, kasus ini berkaitan peristiwa yang terjadi pada tahun 2013 di sekitar Gelora Bung Karno Senayan.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Suwarno enggan berkomentar lebih jauh terkait alasan pemanggilan calon wakil gubernur dari pasangan nomor urut 3, Sandiaga Uno, Jumat (10/3/2017).
Menurutnya, Humas Polres Metro Jakarta Pusat lebih berwenang untuk menyampaikannya.
"Jadi nanti selesai pemeriksaan. Nanti dari Polres, dari Humas yang akan menyampaikan. Nanti selesai pemeriksaan kita sampaikan melalui Humas. Humas aja yang nanti menyampaikan," kata Suwarno, di kantornya, Jumat (10/3/2017).
Berita pemanggilan Sandiaga oleh Polsek Tanah Abang memunculkan berbagai tanggapan miring dari sejumlah netizen pembaca Tribunews.com, antara lain.
"Lihat tingkah laku pemerintahan sekarang kayak lagi nonton stand up comedy heheeheeee," tulis Faqih Fatih·SMA Negeri I dewantara.
"Seharus nya polisi jangan merendah kan institusi kepolisian,dengan kasus2 yang di paksakan,kelihatan banget skenario dan sutradara nya....hukum semakin jelas arah nya...bukan berpihak pada kebenaran, tapi berpihak pada kekuasaan.....sadar lah,masyarakat semakin pintar menilai.." tulis Syah Rial
"Hati2 Rakyat Jakarta... Kecurangan sudah ada di depan mata kita," tulis Bambang Sujat Moko· IT Support di PT Sarijasa Transutama.
"Penegak hukum aneh ya..." tulis Faizal Alfi · Universitas Airlangga.
pake kasus jadul tahun 2013 yg gak jelas, palingan pendukung mahok yang ngelaporin," tulis Mohammad Ali.
"YANG TAHUN 1970AN ADA GAK? DIPANGGIL AJA SKRG YG BERSANGKUTAN," tulis Eric Ryandra
Sementar Hadi Nur·Sma 1 Banyuwangi menulis: "polri alat politik penguasa bukan pengayom masarakat."
Tetapi tidak semua berkomentar miring, ada juga yang netizen berpandangan positif, seperti Nyoman Legiawan yang menulis, "hormati hukum yg tlh kita sepakat apapun mslhnya,dimana n siapapun mereka,hidup bangsaku." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribun-kalteng-sandiaga-uno_20170210_210112.jpg)