Bisnis dan Ekonomi

23 Pabrik Gula Milik PTPN Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Petani Tebu?

Setiap pabrik menginginkan bahan baku yang sama dari sumber yang sama sehingga terjadi perebutan bahan baku.

23 Pabrik Gula Milik PTPN Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Petani Tebu?
Kompas Jateng/P RADITYA MAHENDRA YASA
ilustrasi: Pekerja mengangkut tebu dari Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, untuk dibawa ke Pabrik Gula Rendeng di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menutup 23 dari 45 pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) yang jaraknya berdekatan di Pulau Jawa.

Penutupan pabrik gula tersebut dilakukan karena adanya persaingan tidak sehat antar pabrik. Setiap pabrik menginginkan bahan baku yang sama dari sumber yang sama sehingga terjadi perebutan bahan baku.

"Pabrik-pabrik gula ditutup supaya bisa optimum produksinya," ujar Deputi Bidang Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Namun demikian, Direktur Keuangan PTPN, Erwan Pelawi memastikan, kalaupun ada penutupan pabrik bukan berarti mengesampingkan atau mengabaikan petani gula.

Menurutnya, penataan ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi pabrik yang optimum dengan berbagai pertimbangan. Misalnya di satu provinsi ada 31 pabrik dan dalam satu kabupaten ada empat pabrik saja. Sehingga tidak ada lagi kendala dalam memperoleh bahan baku.

Wahyu menambahkan, Kementerian BUMN juga bakal memperhitungkan karyawan dari pabrik yang ditutup. Para pekerja tersebut tetap bisa bekerja saat masa giling tiba.

"Pabrik gula ini agak spesifik, beda dengan kelapa sawit yang selalu beroperasi. Pabrik gula hanya giling 150 hari ketika musim giling, kalau tidak giling berarti tidak bekerja," pungkasnya.(Iwan Supriyatna)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved