Kabar Kalimantan

Inilah Cerita Jemaah Umrah yang Dituding Jadi Calo Hajar Aswad

Mereka berpenampilan tidak seperti jemaah biasanya. Mereka mengenakan pakaian bebas. Namun yang menarik bagi Netty, semua yang menawarkan jasa itu

Inilah Cerita Jemaah Umrah yang Dituding Jadi Calo Hajar Aswad
kompas.com
Ketua rombongan jemaah Indonesia dr PT Iman Arafah Travel, Nur Aisyah, Netty salah satu peserta umroh, dan Yupe, istri dari Sudiyono, mengaku gembira atas kebebasan kedua jemaah mereka dari tahanan polisi Arab Saudi. 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Praktik joki untuk membantu para jemaah mencium Hajar Aswad di Majidil Haram, masih subur. Bahkan, warga negara Indonesia yang ikut jadi joki pun masih ada.

Netty, salah satu peserta dalam rombongan jemaah Indonesia asal Balikpapan, Kalimantan Timur, menceritakan pengalamannya soal joki Hajar Aswad.

Ia bersama kerabatnya bernama Sudiyono Darwis Barahima berangkat umrah ke Makkah menggunakan jasa PT Iman Arafah Travel pada 9 Februari 2017.

Menjelang kepulangan ke tanah air, Netty dan Sudiyono, juga beberapa jemaah lain menyempatkan mencium Hajar Aswad pada Rabu (15/2/2017). Cukup padat jemaah yang ingin mencium batu hitam di selatan Masjidil Haram itu.

“Beberapa kali orang bertanya mau dibantu kah?” kata Netty menceritakan pertemuannya dengan salah satu joki atau calo.

Semula, Netty tidak mengerti. Beberapa orang menawarkan jasa serupa. Ia pun sadar bahwa ada joki atau semacam calo untuk memberi bantuan.

Mereka berpenampilan tidak seperti jemaah biasanya. Mereka mengenakan pakaian bebas. Namun yang menarik bagi Netty, semua yang menawarkan jasa itu fasih berbahasa Indonesia. Netty pun sadar bahwa mereka merupakan WNI di Arab.

Ketua rombongan Iman Arafah, Nur Aisyah, membenarkan praktik joki atau calo Hajar Aswad itu ada. Kebanyakan mereka berkebangsaan Indonesia menawarkan jasa dengan harga super mahal. “Bisa 100, 200, 300 real. Tergantung tawar menawar,” kata Aisyah.

WNI ini menawarkan jasanya memang lebih banyak pada jemaah Indonesia. Jumlah mereka semakin banyak sesuai kepadatan jemaah yang ingin mencium batu hitam itu.

“Setelah tahu maksud mereka, saya tidak mau (dilayani joki),” kata Netty.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved