Kalteng Kita

Cegah Pemain Sewaan, Peserta STQ Kalteng Bakal Diwajibkan Fingerprint

Dalam sistem pendaftaran, panitia juga bakal memberlakukan secara online. Di mana, peserta mengirimkan beberapa copy dokumen ke email panitia an selan

Cegah Pemain Sewaan, Peserta STQ Kalteng Bakal Diwajibkan Fingerprint
net
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pengetatan terhadap peserta di Seleksi Tilwatil Quran (STQ) XXI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2017, bakal diberlakukan. Bahkan sejumlah kebijakan baru, tengah disiapkan oleh panitia.

Salah satunya dengan menerapkan finger print bagi peserta.

"Jadi saat registrasi peserta harus mendaftar sidik jari dan saat akan tampil mereka melakukan fingerprint di hadapan panitia," terang Koordinator Verifikasi Tim Kerja LPTQ Provinsi Kalteng, H Sardimi seperti dikutip dari Inmas Kemenag Kalteng.

Gelar STQ XXI Kalteng dijadwalkan pada 13 Mei 2017 di Kabupaten Murungraya. Untuk kesiapan acara, LPTQ Kalteng telah menggelar rapat perdana di Masjid Raya Darussalam Palangkaraya, Rabu (15/2/2017) malam.

Dalam sistem pendaftaran, panitia juga bakal memberlakukan secara online. Di mana, peserta mengirimkan beberapa copy dokumen ke email panitia an selanjutnya data itu akan deiverifikasi oleh tim kerja untuk diperiksa kelengkapannya.

Saat pendaftaran ulang di sekretariat panitia sekitar tanggal 11-12 Mei 2017, peserta juga wajib menunjukan dokumen-dokumen asli baik KTP, akte kelahiran, kartu keluarga dan lainnya.

Dalam hal ini, tim juga akan melibatkan operator Disdukcapil untuk mengecek kebenaran nomor induk kependudukan (NIK), sehingga kecil kemungkinan akan terjadi manipulasi data peserta.

Pemberlakukan fingerprint menurut Ketua Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana IAIN Palangkaraya itu, dilakukan dalam rangka untuk mengantisipasi peserta cabutan atau sewaan dari luar daerah Kalteng yang akan menodai kesuksesan pelaksanaan STQ tingkat provinsi itu.

"Untuk tingkat nasional juga semakin ketat, mereka bahkan mempunyai database. Jadi jika sekali saja kita mendaftar dengan dokumen palsu, maka selamanya dokumen itu yang akan tercatat dan tidak bisa diperbaiki. Jadi jika kita mendaftar dengan dokumen yang berbeda secara otomatis akan tertolak," ucapnya.

Rapat tim kerja itu berlangsung sekitar 2,5 jam membahas beberapa hal mulai dari persiapan acara, transportasi, akomodasi, dokumentasi hingga publikasi kegiatan. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua LPTQ Kalteng, H Khairil Anwar. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved