Kabar Kalsel
Komplotan Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk, Puluhan Motor Curian Diamankan
Tiga pelaku curanmor lintas provinsi dibekuk jajaran Polresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Utara.
TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Tiga pelaku curanmor lintas provinsi dibekuk jajaran Polresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Utara.
Ketiganya yakni Ardi Roni Setiawan alias Roni (32) warga Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Erwan alias Wawan (42) warga Pekapuran Banjarmasin.
Satu pelaku lainnya yang dibekuk dari hasil pengembangan yakni Abdul Ghani alias Haji Kani (44) warga Sampit Kalteng yang diketahui adalah penadah barang hasil curian dari dua eksekutor Roni dan Wawan.
Kerja keras Tim gabungan dari Unit Ranmor Polresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Utara terbayar tuntas dengan bisa dibekuknya komplotan curanmor lintas provinsi ini. Saat pengembangan ke Kalteng tim juga di backup oleh jajaran Polres Kotim, Kalteng.
Puluhan motor curian pun berhasil diamankan sebagai barang bukti dari hasil pengembangan ke Kalteng.
Pengembangan dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Utara Ipda Arya Widjaya di bawah arahan langsung Kapolsekta Banjarmasin Utara Kompol Purbo Rahardjo dan Kasat Reskrim Kompol Arief Prasetya.
Selama lebih seminggu dalam giat pengungkapan dan pengembangan diketahui Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana terus memonitor setiap langkah anggotanya juga memberi arahan serta perintah agar kerja di lapangan makin taktis dalam pergerakan.
Alhasil, tiga pelaku yang tergabung dalam satu komplotan curanmor lintas provinsi dan puluhan barang bukti motor curian bisa diamankan oleh jajaran Polresta Banjarmasin.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana didampingi Kasat Reskrim Kompol Arief Prasetya saat rilis pengungkapan kasus, Senin (6/2/2017) siang, menyebut komplotan ini biasanya melakukan aksi curanmor di Banjarmasin.
"Lalu motor hasil curian dibawa ke Kalteng. Di sana sudah ada penadahnya. Dua eksekutor yang biasa beraksi di Banjarmasin dan satu penadahnya di Kalteng, semua bisa kami tangkap dalam pengungkapan yang merupakan hasil kerja keras di lapangan sejak akhir bulan Januari lalu," kata Kombes Pol Anjar Wicaksana.
Terencana dalam beraksi dan motor-motor baru yang tidak dikunci stang adalah makanan empuk bagi komplotan pelaku curanmor yang diketahui beraksi sejak pertengahan tahun 2016 lalu ini
"Disebut terencana karena begitu rajinnya mereka memantau kawasan yang masyarakatnya kerap memarkir motor di luar rumah tanpa dikunci stang lalu melancarkan aksinya," tambah Kasat Reskrim Kompol Arief Prasetya
Target lokasi didapat, dua eksekutor menaiki satu motor yang dijadikan sarana aksi untuk "meninjau" lokasi target.
Survei singkat dan cepat langsung digalang saat ada kesempatan. Satu pelaku menunggu di jarak yang agak jauh, satunya lagi mendekat ke motor target.
Begitu motor target sudah didekati dan dicek tanpa kunci stang, perlahan eksekutor satu, mendorong motor itu menjauh dari lokasi.
Saat eksekutor satu mendorong motor target menjauh dari lokasi, itulah isyarat bagi eksekutor datang menghampiri. Selanjutnya motor didorong dan aksi pencurian mulus dan berhasil.
"Hasil Introgasi terhadap para pelaku, begitu motor sudah berhasil dibawa kabur, lalu mereka bawa motor itu ke tukang kunci. Dengan mengaku sebagai karyawan penarikan motor atau lessing, tukang duplikat kunci pun mau membuatkan kunci tanpa tahu itu motor curian," jelas Kasat Reskrim.
Dari puluhan barang bukti motor curian yang diamankan dari komplotan curanmor lintas provinsi tersebut, 11 diantaranya ada LP nya di Polresta dan Polsekta di Banjarmasin
"Komplotan ini bisa dikatakan memainkan modus baru dengan mengintai dan mengecek motor yang dikunci stang dan tidak dikunci stang. Lalu sistem dorong dan duplikat kunci dengan pura-pura jadi agen penarikan motor atau leasing. Namun semua bisa kami ungkap tuntas berkat kerja keras dan kerjasama di lapangan," ungkap Kompol Arief Prasetya.
Masih menurut dia, selain karena gerak cepat menindaklanjuti laporan curanmor, terungkapnya kasus ini dan bisa diamankan puluhan barang bukti dari pernyataan tukang kunci duplikat.
"Awalnya pelaku cuma mengaku beberapa kali melakukan curanmor. Lalu kami dapat pernyataan tukang duplikat kunci yang menyebut sudah sekitar 20 lebih menduplikatkan kunci maka itu jadi bahan pengembangan dimana jajaran tak kenal lelah melakukan pengungkapan di lapangan," tandas Kompol Arief Prasetya.
Sementara itu tukang kunci yang jadi tempat komplotan ini menduplikat kunci hanya dijadikan sebagai saksi.
"Tukang kunci itu sudah kami periksa dan tidak mengetahui bahwa yang datang ke tempatnya adalah para pelaku curanmor. Karena saat datang pelaku mengaku dari pihak penarikan motor atau leasing. Maka itu tukang kunci tersebut mau membuatkan kunci duplikat karena memang itu jasa atau pekerjaan yang dilakoninya," pungkas Kapolresta Banjarmasin. (banjarmasinpost.co.id/m. fadli setia rahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribun-kalteng-kapolresta-banjarmasin_20170207_080658.jpg)