Kehabisan BBM, Kapal Penumpang Asal Balikpapan Tujuan Surabaya Terombang Ambing 18 Jam di Laut

Dikabarkan Kapal tersebut berlayar sejak Kamis (2/2/2017) sekitar 01.00 Wita. Diperkirakan kapal tersebut sudah kehabisan bakar selama 18 jam di

Kehabisan BBM, Kapal Penumpang Asal Balikpapan Tujuan Surabaya Terombang Ambing 18 Jam di Laut
KOMPAS.com/Syarifudin
ILUSTRASI - KM Mila Utama yang berlayar dari pelabuhan Surabaya tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) tertahan di Pelabuhan Bima karena mengalami kerusakan mesin (treable enziene) saat melintas di wilayah perairan Sulawesi (sekitar kepulauan Sailus), tepatnya pada 36 Notik Mil Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/2/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Kapal penumpang KM Mutiara Sentosa dikabarkan kehabisan bakar di tengah perjalananan.

Kapal yang membawa sekitar 180 penumpang tersebut berlayar dari Balikpapan menuju Surabaya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Basarnas Balikpapan Mujiono melalui Kasie Ops Octavianto membenarkan hal tersebut.

Dari data yang dihimpun, posisi koordinat kapal berada di 06 Derajat 46.39 Lintang Selatan, 112 Derajat 54.31 Bujur Timur.

"Kami sudah koordinasi dengan KSOP Balikpapan, melalui Perwira jaga harian KSOP, Rifai. Kapal sudah dalam posisi ditolong oleh Basarnas Surabaya," katanya.

Dikabarkan Kapal tersebut berlayar sejak Kamis (2/2/2017) sekitar 01.00 Wita. Diperkirakan kapal tersebut sudah kehabisan bakar selama 18 jam di sekitar kepulauan Madura, hingga Jumat (3/2/2017).

"Kapal dalam posisi disusul oleh kapal milik perusahaan untuk diusulkan kembali fuel, untuk seterusnya menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," bebee Octavianto.

PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal telah mengambil tindakan untuk mengisi kembali bahan bakar.

"Diperkirakan jam 01.00 dini hari sudah bisa sandar di Tanjung Perak," lanjutnya.

Posisi KM Mutiara Sentosa berada 10 mil laut dari Surabaya.

Terkait kabar yang berembus bahwa Kondisi penumpang lemas karena kehabisan air minum dan makanan, pihak Basarnas belum bisa memberikan keterangan pasti.

"Untuk sementara kondisi korban (penumpang) belum diketahui. Tapi komunikasi kapten kapal dan pihak Surabaya masih ada kontak langsung. Penumpang masih belum jelas, yang pasti koordinasi tetap ada, tidak terkendala apapun kecuali bahan bakar," jelasnya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved