Kalteng Kita

Aksi Demo Gerakan Mahasiswa Palangka Ditegaskan Bukan Seperti 121

Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas beberapa kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

Aksi Demo Gerakan Mahasiswa Palangka Ditegaskan Bukan Seperti 121
Istimewa
Gerakan aksi yang tergabung dari Bem UPR, Bem UMP, IAIN, PC PMII, PK PMII, PMKRI, GMNI, IMM, Rayon PMII Perjuangan Al-Fatih, Rayon Laskar Perisai, Rayon Uwais Al-Qorny yang memprotes beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat, Jumat (13/1/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Mahasiswa Palangkaraya (GAMP) dan organisasi-organisasi kemahasiswaan Palangkaraya, Jumat (13/1/2017), melakukan aksi turun ke jalan.

Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas beberapa kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

Ketua Rayon PMII Perjuangan Al-Fatih, Husen Arif Hidayat,  menyatakan bahwa gerakan aksi yang tergabung dari Bem UPR, Bem UMP, IAIN, PC PMII, PK PMII, PMKRI, GMNI, IMM, Rayon PMII Perjuangan Al-Fatih, Rayon Laskar Perisai, Rayon Uwais Al-Qorny, merupakan aksi damai.

"Aksi ini bukan aksi yang dilakukan seperti aksi-aksi yang beredar seperti 121, tetapi memang murni dari suara mahasiswa yang mewakili suara masyarakat Kota Palangkaraya dan Kalimantan Tengah," kata Husen.

Dia juga menuturkan bahwa aksi ini mengacu kepada kebijakan-kebijakan pemerintah di antaranya terkait naiknya harga BBM, tarif listrik, dan pajak kendaraan bermotor.

"Ini yang sangat menyusahkan masyarakat." ujar Husen.

Mengacu terhadap permasalahan tersebut, tentunya membuat para aktivis kampus dan juga kepengurusan Rayon Perjuangan Al-Fatih dan Rayon-rayon lain untuk ikut dalam aliansi damai Gerakan Aksi Mahasiswa Palangka Raya (GAMP) yang bertempat di Gedung DPRD  Jalan S Parman Palangkaraya.

Mereka juga mendesak kepada pemerintah  untuk lebih bijak dalam mengambil langkah dan lebih konsisten dalam melakukan pemerataan listrik di seluruh daerah, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah.

Husen pun berharap, dengan adanya aksi damai ini dan juga tuntutan yang notabene memang berangkat dari suara jeritan masyarakat Kalimantan Tengah agar Pemerintah bisa mengkaji ulang terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak pro terhadap rakyat. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved