Breaking News:

Darurat Narkoba

Hah? Terungkap, Narapidana Lapas Teluk Dalam Kendalikan Jaringan Narkoba

Terbongkarnya, jaringan narkoba di Lapas Teluk Dalam tersebut, bermula dari pengakuan tersangka yang mengaku

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Mustain Khaitami
banjarmasinpost.co.id/nurcholis huda
Tiga pengedar narkoba jaringan Lapas Teluk Dalam Banjarmasin yang ditangkap oleh jajaran Reskrim Polres Batola, Kalsel, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut seorang pelaku narkoba yang diamankan jajaran Polres Marabahan, Kabupaten Batola, Kalsel, Bustani (46), beberapa hari lalu.

Bustani mengaku bisnis haram yang digelutinya dikendalikan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam, Kota Banjarmasin.

Sabu yang diedarkannya tersebut, tutur Bustani, didapat dengan cara menghubungi seseorang yang biasa dipanggil Atul yang mendekam di balik jeruji besi Lapas Teluk Dalam, Kota Banjarmasin.

"Saya dijanjikan Atul setiap kali transaksi diberi upah sebesar Rp 500.000. Karena tak ada kerjaan, ya mau saja," ujar Bustani.

Pengakuan Bustani itu diperkuat dengan keterangan temannya yang juga ditangkap petugas yakni Rifani (46). Dia berhasil ditangkap di Jalan Darmawangsa Kelurahan Pemurus Dalam Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, Kamis (7/1/2016) lalu.

Saat itu dia sedang mengambil uang pembelian sabu yang disuruh seseorang bernama Atul yang berada di LP Teluk Dalam Banjarmasin. Uang tersebut dibawa Bustani, sehingga dirinya mengambil uang tersebut.

“Kalau sudah berapa kali ya lupa. Pokoknya sudah beberapa kali kok kesini ini,” cetusnya.

Terbongkarnya, jaringan narkoba di Lapas Teluk Dalam tersebut, bermula dari pengakuan tersangka yang mengaku dirinya mendapatkan barang dari Imansyah (45).

Imasnyah sendiri merupakan warga Gatot Subroto Banjarmasin yang berprofesi sebagai supir yang ditangkap Senin (4/1) sekitar pukul17.30 Wita di Jalan Trans kalimantan Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Batola.

Polisi mengamankan, dari tersangka Imansyah sebanyak 4 paket sabu berat 2,37 gr di dalam kotak rokok U-Mild warna hijau, HP merk K-Touch yg ditemukan di saku celana sebelah kiri tersangka.

Tidak hanya itu, dari pengembangan, didapatkan barangbukti dari Bustani dua paket sabu berat 9,85 gram yg ditaruh didlm kotak rokok sampurna warna merah,1 buah hp mito warna putih.

Kasat Resnarkoba Polres Batola AKP Suripno melalui KBO Resnarkoba IPDA Agus Hariyadi, Jumat (8/1) mengatakan pihaknya akan melakukan pengembangan untuk jaringan Lapas Teluk Dalam. "Mereka kami tangkap secara estafet, dan kami kembangkan," kata dia.

Kepala Lapas Teluk Dalam Banjarmasin, Teguh Edy Widodo akan membuka pintu jika mana kepolisian mau melakukan pengembangan kasus tersebut di Lapas Teluk Dalam.

"Sementara ini belum ada koordinasi untuk pengembangan. Namun kami akan buka pintu jika mana penyidik mau kasus itu dikembangkan," kata dia.

Menurut Edi, pihaknya tidak hafal satu-persatu nama narapidana, termasuk Atul. "Yang jelas kami di Lapas selama ini makin memperketat upaya penggunaan HP, tapi kalau kepolisian mau mengembangkan, kita persilakan," kata Edy. (lis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved