Breaking News:

Tim Tanggap Darurat Asap PMI Dilepas

"PMI di daerah-daerah selama ini telah bekerja keras, namun setelah melihat kondisi ini semakin besar maka tadi disampaikan PMI akan membantu

tribunkalteng.com/kompas.com
Murid Sekolah Dasar melihat helikopter Bolkow BO-105 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan melakukan pemadaman dengan teknik bom air (water bombing) di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (21/10/2015). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi melepas tim operasi tanggap darurat Palang Merah Indonesia untuk bencana kabut asap yang melanda banyak daerah, terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

"PMI di daerah-daerah selama ini telah bekerja keras, namun setelah melihat kondisi ini semakin besar maka tadi disampaikan PMI akan membantu melaksanakan operasi yang lebih besar," kata Jusuf Kalla dalam pelepasan tim operasi tanggap darurat di Markas Besar PMI, Jakarta, Kamis (29/10/2015), seperti dikutip Antara.

Menurut Kalla, di berbagai daerah yang terpapar asap, PMI telah mengerahkan berbagai upaya guna melayani kesehatan bagi warga yang terdampak. (baca: Pansus Asap DPR Dinilai Bakal Ganggu Kerja Pemerintah)

Wapres mengingatkan bahwa bencana kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap di banyak daerah telah berlangsung sudah tiga bulan.

"Operasi yang lebih besar sebagai kelanjutan dari operasi-operasi PMI yang telah dilakukan di daerah," kata JK.

Dengan bantuan dari PMI dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka operasi tanggap darurat PMI ini akan menggunakan potensi nasional lembaga kemanusiaan tersebut. (baca: F-PKS: Pansus Asap Tidak Ingin Jatuhkan Pemerintahan Jokowi)

"Mudah-mudahan tugas ini dilaksanakan dengan baik antara lain sampai dengan musim hujan datang sehingga tidak diperlukan lagi mobil-mobil tangki," katanya.

PMI mengirimkan 630 personil ke wilayah Sumatera. Ikut dikirim 10 kendaraan tangki air, dua alat penjernih air, dan 10 ambulans yang akan difokuskan di wilayah terdampak kabut asap.

Bantuan dilengkapi dengan 100 ribu masker N95, 150 ribu masker Evo, penyaring udara dan obat tetes mata. (baca: Luhut Minta DPR Tidak Berpolemik soal Kabut Asap)

Sedangkan untuk wilayah Kalimantan akan dikirimkan tangki air dan bahan-bahan lainnya dari gudang regional PMI di Surabaya.

Operasi PMI itu mendapat bantuan dari sejumlah lembaga mitra seperti Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Palang Merah Amerika dan Palang Merah Australia.

Sebelumnya, PMI telah melakukan kegiatan tanggap darurat terhadap bencana asap di Sumatera dan Kalimantan, dengan pendistribusian masker sebanyak 700.000 dan bekerja sama dengan instansi pemerintah pusat/daerah dalam melayani kesehatan masyarakat.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved