Breaking News:

Kabut Asap Tebal Resahkan Warga Kotim

Kondisi udara di Kabupaten Kotim sebelumnya sempat bersih dari kabut asap

Editor: Didik Trio
tribunkalteng.co.id/fathurahman
Kabut asap pekat masih menyelimuti kota Palangkaraya, Senin (6/20/2014) pagi 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kabut asap tebal menyelimuti kembali Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dengan jarak pandang berkisar antara 20 dan 30 meter.
    
"Kondisi udara di Kabupaten Kotim sebelumnya sempat bersih dari kabut asap selama sepekan. Namun, sejak Sabtu (1/11/2014) kabut asap tebal menyelimuti kembali Kota Sampit dan sekitarnya," kata Sumi, warga Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, di Sampit, Minggu.
    
Menebalnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kotim diduga kembali maraknya kebakaran lahan.
    
Akibat menebalnya kembali kabut asap tersebut membuat warga enggan keluar rumah karena jarak pandang terhalang kabut asap, terutama pada pagi hari sejak pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB.
    
"Saya lihat mulai banyak lagi terjadi kebakaran lahan mungkin hal itu memicu kabut asap menebal kembali," katanya.
    
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kotim Dadang H. Syamsu menilai penanganan kebakaran lahan di daerah setempat masih belum maksimal.
    
"Kebakaran lahan di Kabupaten Kotim terjadi berulang dan setiap tahun. Hal itu membuktikan pemerintah tidak serius menanganinya," ucapnya.
    
Instansi berwenang yang menjadi tugas pokoknya, yakni Badan Lingkungan Hidup (BLH) selama ini tidak dapat berbuat banyak dengan alasan keterbatasan kemampuan dan anggaran.
    
Menurut Dadang, alasan BLH hanya dibuat-buat, intinya mereka tidak mau dipusingkan dan tidak mau capek mengurusi kebakaran lahan.
    
"Selama ini, BLH Kabupaten Kotim hanya sebatas membagikan sapu dan bak sampah, sementara kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan terabaikan begitu saja dengan alasan tidak anggaran untuk menanganinya," ungkapnya.
    
Untuk memaksimalkan penanganan kebakaran lahan yang terjadi setiap tahun tersebut, menurut dia, ke depannya DPRD Kabupaten Kotim nantinya akan menyediakan anggaran secara khusus.
    
Ia meminta instansi terkait, seperti BLH dan Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk membuat program kerja terkait dengan penanganan kebakaran lahan.
    
"Kami pastikan anggaran penanganan kebakaran lahan akan disiapkan pada tahun 2015," terangnya.
    
Dadang juga menilai masih terus terulangnya kebakaran lahan di Kabupaten Kotim karena hukuman terhadap pelaku pembakar lahan terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera.
    
"Kami harap ke depannya hukuman terhadap pelaku pembakar lahan agar lebih diperberat agar menimbulkan efek jera. Untuk itu, acuannya tidak hanya pada peraturan daerah dan peraturan pemerintah saja, tetapi juga menggunakan undang-undang," ungkapnya.
    
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) M. Roskanedi mengatakan bahwa sampai saat ini sedikitnya ada dua kasus kebakaran lahan yang sudah ditangani Kejari Kalteng, dan semuanya berada di Kabupaten Seruyan.
    
"Dari dua kasus yang sedang ditangani tersebut, semuanya pelakunya adalah masyarakat, sedangkan dari perusahaan masih belum ada yang masuk," jelasnya.
    
Roskanedi juga mengungkapkan bahwa penerapan hukumnya tidak hanya mengacu pada peraturan daerah, tetapi juga mengacu pada KUHP.(AN)

Tags
kabut asap
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved