Hanifa Tunggu Hasil Penghitungan KPU
Pemilihan Presiden telah berjalan lancar 9 Juli lalu. Pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin Indonesia lima tahun kedepan telah selesai.
Penulis: Irfani Rahman | Editor:
TRIBUNKALTENG.CO.ID,BANJARMASIN - Pemilihan Presiden telah berjalan lancar 9 Juli lalu. Pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin Indonesia lima tahun kedepan telah selesai. Tak perlu waktu lama dalam menentukan pilihan pemimpin kita.
Namun usai Pilpres ini masyarakat kembali dibuat bingung oleh hasil hitung cepat atau quick qount dari berbagai survei yang berbeda baik yang memenangkan pasangan Prabowo - Hatta Rajasa dan ada yang memenangkan pasangan Jokowi - Yusuf Kalla.
Sobat muda Hanifa mengungkapkan, Pilpres 2014 dari awal sebenarnya sudah mengundang polemik. Mulai dari menjelekkan kandidat satu sama lain selama kampanye sampai klaim hasil quick count usai pemilihan yang berbeda-beda.
"Masing-masing pasangan ingin menjadi yang terbaik bagi bangsa ini. Tapi apakah harus hasil quick count yang ditunggu-tunggu masyarakat sebagai acuan pemenangan presiden dan harus dipermasalahkan dan saling klaim satu sama lain," ucapnya.
Ia berharap sebagai masyarakat Indonesia menunggu hasil riil dari KPU pusat sebagai lembaga resmi 22 Juli nanti.
Intinya tidak usah mempermasalahkan hasil quick count yang beredar karena itu masih perhitungan sementara.