Data Ikut Terbakar

pendataan aset belum dilakukan secara baik. Apalagi, kantor pemko sempat terbakar sehingga banyak data aset yang hilang

Penulis: Fathurahman | Editor: Halmien
Data Ikut Terbakar
net
ilustrasi

TRIBUN KALTENG.COM - IBU Kota provinsi, tetapi belum mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Itu terjadi di Palangkaraya, Kalteng. Bahkan, pada penilaian terakhir yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2012, Palangkaraya mendapat opini disclaimer atau tidak ada pendapat. Artinya laporan keuangannya belum bisa diyakini kewajarannya.

Kok bisa? Wali Kota Palangkaraya Riban Satia mengakui pendataan aset belum dilakukan secara baik. Apalagi, kantor pemko sempat terbakar sehingga banyak data aset yang hilang.

“Tetapi kami akan terus berupaya melakukan pendataan secara baik. Harapannya, untuk 2013, kami bisa mendapatkan WTP (wajar tanpa pengecualian),” ucap dia.

Selain itu, Riban mengatakan pemko akan memadukan data yang dimiliki dengan data kepemilikan aset Pemprov Kalteng. Pasalnya, banyak aset pemprov yang berada di wilayah pemko.  “Kami akan terus berusaha memperkecil masalah. Salah satu caranya adalah memperbaiki pencatatan aset,” katanya.

Daerah lain di Kalteng yang belum mendapatkan opini WTP adalah Kapuas. Wakil Bupati Muhajirin mengakui laporan keuangan daerahnya memang masih perlu diperbaiki.

“Dalam waktu dekat kami mengumpulkan SPKD (satuan kerja perangkat daerah) untuk untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK. Ini sebagai upaya menyelesaikan masalah dalam batas waktu 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima,” kata dia.

Desakan agar hasil audit BPK segera ditindaklanjuti disuarakan Wakil Ketua DPRD Kapuas Mahmud Iip Syafrudin.

“Kami, DPRD dan pemkab sebagai representasi rakyat harus menindaklanjuti hasil pemeriksaan itu. DPRD juga akan menjadikan hasil pemeriksaan itu sebagai bahan untuk mengawasi anggaran,” ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved