Nisa Tak Masalah Dua Putaran
Pemilihan Presiden akan berlangsung 9 Juli nanti, pesta demokrasi yang akan memilih pemimpin Indonesia lima tahun kedepan
Penulis: Irfani Rahman | Editor:
TRIBUNKALTENG.CO.ID,BANJARMASIN - Pemilihan Presiden akan berlangsung 9 Juli nanti, pesta demokrasi yang akan memilih pemimpin Indonesia lima tahun kedepan. Untuk memilih pemimpin tak semudah membalik telapak tangan.
Pasalnya, setiap pemilu baik legislatif dan presiden perlu dana tak sedikit. Perlu dana triliunan rupiah untuk menyukseskan pesta demokrasi ini.
Meskipun ada dua pasangan Capres-Cawapres, namun tidak berarti pilpres hanya satu putaran karena ada regulasi yang mentapkan bahwa selain suara terbanyak 50 plus satu, juga perolehan 20 persen suara di 50 persen provinsi di seluruh Indonesia.
Sobat muda Khairunnisa berharap pemilu presiden berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Menurutnya, memang dengan pemilu dua putaran maka semakin banyak dana yang dikeluarkan oleh negara. Ia berharap dana yang dikeluarkan sepandan dengan hasil demokrasi nantinya. Harapannya demokrasi di negara ini berjalan dengan lancar tanpa saling menjelek-jelekan antara para Capres yang maju ke pemilihan.
"Mudah-mudahan siapapun yang jadi presiden Indonesia akan benar-benar membawa Indonesia ke arah lebih baik lagi," katanya.
Secara pribadi ia berharap satu putaran saja dan capres kalah tidak mengajukan banding jika memang sudah sesuai.
Tapi jika memang harus dua putaran dan dananya sudah tersedia serta sesuai peraturan maka tak masalah asalkan menghasilkan pemimpin terbaik.