Breaking News:

Berharap Reforma Agraria Masuk Debat

Debat kandidat yang diselenggarakan KPU adalah untuk meyakinkan rakyat memilih Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 nanti.

Penulis: Rendy Nicko | Editor:
ANTARA/Prasetyo Utomo
Debat Capres 2014 pertama antara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengambil tema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Yang Bersih dan Kepastian Hukum 

TRIBUNKALTENG.CO.ID,BANJARMASIN - Debat kandidat yang diselenggarakan KPU adalah untuk meyakinkan rakyat memilih Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 nanti.

Dalam debat kedua menghadirkan Capres dijadwalkan Minggu, (15/6/2014) dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" menjadi perhatian Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Sekjen KPA Nasional, Iwan Nurdin berharap ajang debat kandidat dapat menguji sejauh mana para calon pimpinan nasional memahami persoalan dasar Bangsa Indonesia dan bagaimana cara membangun ekonomi demi terciptanya kesejahteraan sosial.

Pihaknya mengapresiasi visi-misi resmi kedua kandidat memasukan agenda Reforma Agraria sebagai program yang akan dilaksanakan, meskipun belum diletakkan dalam kerangka utama visi dan misi. Serta belum mendetail secara metode dan tatacara menjalankannya.

KPA berharap debat kandidat dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" turut membahas Reforma Agraria sebagai Program pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

"Reforma Agraria mensyaratkan tekad kuat dari Pimpinan nasional untuk menjalankannya, tanpa political will yang kuat dari pemerintahan baru nanti. Maka dipastikan reforma agraria tidak dilaksanakan& masalah agraria akan semakin kronis," kata Iwan.

KPA yang selama ini konsen terhadap masalah agraria Indonesia seperti ketimpangan struktur agraria, konflik agraria, kemiskinan pedesaan dan perampasan tanah menganggap bahwa ajang debat kandidat adalah ajang yang tepat untuk memberikan pendidikan politik pada rakyat serta menguji sejauh mana penguasaan masalah dan konsep pemecahan masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial melalui program reforma agraria.

"Jika ajang debat kandidat tidak membahas masalah ketimpangan struktur penguasaan Sumber-sumber kekayaan alam (tanah, tambang, hutan, migas dan kelautan perairan) serta kemiskinan rakyat akibat tercerabutnya akses akan sumber-sumber agraria tersebut, maka rakyat tidak mampu menilai dan meyakini bahwa kedua kandidat sungguh-sungguh ingin membangun ekonomi nasional dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved