Naik 100 Persen

Cuaca ekstrim dan gelombang laut di pesisir Kalsel berdampak pada hasil tangkapan nelayan.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor:

TRIBUNKALTENG.CO.ID,BATULICIN - Cuaca ekstrim dan gelombang laut di pesisir Kalsel berdampak pada hasil tangkapan nelayan.

Jika sebelumnya hasil tangkapan mencapai puluhan ton, kini para nelayan hanya mampu membawa tidak lebih dari 4 ton ikan.

Syamsul, juragan KM Samudera Indah mengatakan ketinggian gelombang saat ini mencapai satu meter disertai derasnya angin memengaruhi hasil tangkapan para nelayan.

“Kita hanya dapat 4 ton ikan layang,” ucap Syamsul saat menambatkan kapalnya di dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan di Desa Sejahtera, Kecamatan Simpangempat, Kabupaten Tanahbumbu, Rabu (11/6/2014).

Minimnya tangkapan para nelayan berakibat kurangnya pasokan ikan di pasar-pasar di Tanahbumbu. Kondisi menjadikan harga ikan melambung tinggi.

Halimah, warga Tungkaranpangeran kesal lantaran para pedagang ikan menaikkan harga hampir 100 persen dari harga normal. Ibu rumah tangga itu mengurungkan niatnya membeli ikan peda (kembung, Red) lantaran pedagang mematok harga Rp 40 ribu per kilogram.

“Biasanya ikan peda dijual Rp 25 ribu per kilogram,” sungutnya.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (12/6/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved