Harga Jengkol Rp 500 Per Biji

Jajanan jengkol ditemani lalaan bagi masyarakat Banjar bukan lagi asing, bahkan tidak sedikit yang menggemarinya.

Harga Jengkol Rp 500 Per Biji
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Seorang warga Pingaran, Banjar mengolah jengkol menjadi jaring, sejenis makanan tradisional setempat, Rabu (19/2/2014)

TRIBUNKALTENG.CO.ID.MARTAPURA - Jajanan jengkol ditemani lalaan bagi masyarakat Banjar bukan lagi asing, bahkan tidak sedikit yang menggemarinya. Di sini, jengkol olahan dinamakan jaring.

Di Kabupaten Banjar, pengolahan jengkol terlihat di kawasan Desa Pingaran Ilir hingga Pingaran Ulu. Terlihat, di sepanjang jalan desa setempat warga mengolah jengkol plus lalaannya.

Di antaranya Mugni. Sejak pukul 08.00 wita, asap sudah mengepul dari depan rumah warga Pingaran Ilir ini. Dia pun, asyik mengaduk santan di dalam kuali.

"Sampai kering santan dari 100 butir kelapa ini perlu waktu enam jam. Selain lalaan, kita dapat minyak kelapa sebanyak 5 liter. Seliternya kita jual Rp 10 ribu," katanya.

Mugni mengatakan, selain bertani, warga desanya juga mengolah jajanan jengkol. Sekarang ini, jengkol sedang tidak musimnya sehingga cukup mahal mendapatkannya. Biasanya, per blek seberat 15 kg hanya Rp 100 ribu, tetapi sekarang Rp 225 ribu.

"Sekarang sedang mahal buah jengkolnya lagi nggak musim, sehingga harus didatangkan dari Kandangan. Harganya lebih mahal, Rp 225 per bleknya. Kalau dari sini Pengaron satu bleknya hanya Rp 100 ribu. Makanya, kita jual partaian per biji jengkolnya Rp 500," katanya.

Penulis: Hari Widodo
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved