Refleksi Budaya Rumah Betang

Tampilan yamg apik mampu memukau ribuan warga Kota Cantik yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Refleksi Budaya Rumah Betang
banjarmasinpost.co.id/mustain khaitami
Tarian adat menyambut pergantian tahun baru di Palangkaraya, Selasa (31/12/2013) malam. 

TRIBUNKALTENG.CO.ID, PALANGKARAYA - Kolaborasi tari yang dikemas dalam Harmoni Nusantara di Stadion Sanaman Mantikei Palangkaraya, Selasa (31/12/2013), memberikan kesan tersendiri di penghujung 2013. Tampilan yamg apik mampu memukau ribuan warga Kota Cantik yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Suguhan tari ditampilkan dalam bentuk alur cerita. Diawali dari kehidupan warga Dayak Kalteng yang hidup bersahabat dengan alam lalu berkembang dengan mulai masuknya warga Suku Banjar.

Pendatang dari Suku Jawa pun turut mewarnai. Lambat laun, Suku Bali dan Sunda juga menambah keberagaman.

Tari kolaborasi yang disuguhkan dalam malam pisah tahun bertajuk Eksperimentasi Seni Lintas Budaya itu merupakan suguhan dari lima kelompok sanggar budaya dengan latar belakang berbeda yang ada di Palangkaraya. Masing-masing dari Lembur Kuring, Singomulang Joyo mewakili Jawa Timur, Marajaki dari Kalteng, Sanggar Dewata mewakili Bali, Gandang Garantung dari Kalsel.

Dengan sentuhan ide kreatif Andi Lumenta, para pengunjung dibuat hanyut dalam sajian tersebut.

"Kegiatan tahun lalu terlalu monoton karena masing-masig sanggar tampil individu. Kali ini dibuat ada sedikit perbedaan dengan membuat tampilan taei secara medley dan membentuk sebuah cerita sebagai refleksi kehidupan warga Kalteng di Rumah Betang," ujar Ketua Panitia Benny M Tundan.

Penulis: Mustain Khaitami
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved