Breaking News:

Bupati Seruyan Siap Diperiksa

Kantor Sekda Juga Digeledah

Sudarsono menyatakan siap diperiksa terkait kasus dugaan suap yang melibatkan pimpinan dan anggota DPRD setempat

Editor: Halmien
tribunkalteng.com/mustain khaitami
Kapolda Kalteng Brigjen Bambang Hermanu, saat menggelar perkara kasus suap anggota DPRD Seruyan, Jumat (27/12/2013). 

SERUYAN, BPOST - Bupati Seruyan, Kalteng, Sudarsono menyatakan siap diperiksa terkait  kasus dugaan suap yang melibatkan pimpinan dan anggota DPRD setempat. Dia juga menegaskan tidak akan mencampuri penyidikan polisi meskipun kasus itu bisa ‘menyeret’ pejabat pemkab karena berkaitan proyek yang dibiayai APBD 2014.

“Kami persilakan aparat mencari bukti-bukti di tempat yang mereka inginkan. Kami  membuka diri,” ujar dia usai melaporkan kasus yang berujung pada penangkapan enam legislator di DPRD Seruyan itu kepada Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang di Palangkaraya, Sabtu, (28/12).

Untuk mencari bukti-bukti, penyidik Polres Seruyan terus melakukan penggeledahan. Setelah kantor Dinas PU, rumah dinas ketua dan wakil ketua DPRD, mereka menggeledang ruang kerja pelaksana tugas Sekdakab Seruyan, Samsul Rizal.

Seperti diwartakan BPost, salah seorang yang ditangkap dalam kasus itu adalah Ketua DPRD Ahmad Sudardji. Dia diduga menerima uang suap terkait proyek dua jalan pada 2014. Uang sebesar Rp 70 juta (sebelumnya sudah menerima Rp 30 juta) itu diduga merupakan komisi pemberian proyek pembangunan jalan. Tragisnya, pemberi uang adalah Wakil Ketua DPRD Baharudin karena perusahaannya mendapat salah satu proyek tersebut.

Saat menyinggung dugaan dirinya terlibat, Sudarsono enggan mengomentari. Dia menegaskan semua berdasarkan proses hukum yang dijalankan kepolisian.

Sementara menyinggung kinerja DPRD Seruyan, pasca ditangkapnya enam legislator, Sudarsono menegaskan masih efektif. Masih ada 18 anggota dan satu wakil ketua DPRD yang bekerja.

“Bahkan setelah penangkapan, mereka mengesahkan APBD 2014. Jadi tidak masalah, semua masih berjalan normal,” kata dia.

Sementara Kapolda Kalteng Brigjen Bambang Hermanu mengatakan telah menyita uang di  rekening salah seorang putra Baharudin yang berinsial ARF, senilai Rp 1,02 miliar. Dia adalah kakak M Yusuf yang ikut ditangkap polisi karena diduga menjadi kurir penyerahan uang dari ayah mereka.

Diduga uang itu merupakan sisa uang yang telah dicairkan Yusuf untuk dibagi-bagikan ke anggota DPRD.

Mengenai dugaan keterlibatan eksekutif pada kasus itu, Bambang menegaskan penyidikan masih berlangsung. “Kami juga masih menelisik aliran dana itu,” ujarnya.

Bambang juga menegaskan sudah memerintahkan semua kapolres  di Kalteng untuk mewaspadai kemungkinan adanya kasus seperti di Seruyan. “Mungkin saja modus seperti kasus  di Seruyan terjadi di kabupaten lain. Semua Kapolres, saya minta untuk memantau daerahnya masing-masing,” kata dia. (tur/tik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved