Dikirim Lewat Udara
Terganggunya pelayaran akibat cuaca buruk, mengakibatkan pengiriman sayur mayur dari Jawa ke Kalsel terganggu.
Penulis: Salmah | Editor: Edinayanti
TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Terganggunya pelayaran akibat cuaca buruk, mengakibatkan pengiriman sayur mayur dari Jawa ke Kalsel terganggu. Persediaan pedagang makin menipis, bahkan ada yang kehabisan. Imbasnya, sayur mayur yang masih ada dijual dengan harga lebih mahal.
Selain itu, ada pula pedagang yang terpaksa menggunakan pesawat terbang untuk memasok persediaan. Besarnya biaya pengiriman melalui pesawat ini juga memicu meroketnya harga.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, Awi mengatakan pasokan melalui jalur laut, sudah terhenti sejak lima hari lalu. Padahal persediaan yang dimilikinya sudah habis. “Karena kosong, tidak ada pasokan, sejak tiga hari lalu tidak berjualan. Katanya akan dikirim juga melalui pesawat tetapi harganya pasti lebih mahal,” kata dia, Kamis (26/12).
Lain halnya Sarinah. Dia masih bisa berjualan meski seadanya. Sarinah mengatakan tidak mau membeli sayur yang dikirim menggunakan jalur udara karena pasti membuat harga lebih mahal sehingga pembeli bakal protes. “Takutnya, pembeli juga akan berkurang. Lebih baik menjual sayur yang masih ada. Kalau ditahan-tahan juga bisa busuk,” ujarnya.
Kemarin, Sarinah hanya menjual kentang dan bawang prei. Wortel dan kol yang biasa ia jual sudah habis. “Kentang masih saya jual Rp 12 ribu per kilogram. Tidak ada kenaikan harga, karena ini setok lama,” ucap dia.
Informasi lain diberikan pedagang sayur di Pasar Lama, Sarmini. Menurut dia, salah satu sayur yang harganya melonjak adalah wortel. Kenaikannya mencapai 100 persen lebih, dari Rp 8 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
Tingginya harga sayur dari Jawa juga berimbas berkurangnya campuran pada makanan. Pedagang makanan di kawasan Jalan Veteran, Ningsih mengungkapkan biasanya menggunakan seperempat kilogram wortel. “Sekarang cuma dua biji sebagai pemanis saja. Harga wortel mahal sekali,” katanya.