Breaking News:

Dishub Izinkan Kapal Lewati Jembatan Muarateweh

Kepala Seksi Angkutan Sungai, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barito Utara Rizalfi mengatakan kapal

Editor: Edinayanti
Dishub Izinkan Kapal Lewati Jembatan Muarateweh
antara
Sungai Barito

TRIBUNKALTENG.COM, MUARATEWEH - Kepala Seksi Angkutan Sungai, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barito Utara Rizalfi mengatakan kapal dan tongkang bermuatan batu bara dan kayu sudah diizinkan melewati jembatan KH Hasan Basri Muarateweh, Kalteng.

"Sudah dua pekan kapal besar dilarang melintasi jembatan tersebut. Namun mulai hari ini larangan berlayar bagi angkutan kapal dan tongkang sudah kami cabut," tegas Rizalfi di Muarateweh.

Ia mengatakan karena debit air Sungai Barito mulai turun, maka kapal dan tongkang sudah mendapat izin melintas, namun dengan catatan angkutan harus mengukur ketinggian muatan terlebih dahulu atau meratakan bagian atas batubara," tegas Rizalfi.

"Debit air Sungai Barito mulai turun, tranportasi sungai, terutama bertonase besar aman melintasi jembatan tersebut," katanya.

Ia mengatakan ketinggian air pedalaman Sungai Barito kini mulai normal sejak Jumat (6/12) pagi, skala tinggi air (STA) Muarateweh menunjukkan angka sekitar 11,60 meter.

Sebelumnya, angkutan dilarang melintasi jembatan tersebut di atas normal mencapai 12 meter yang menunjukkan, angka di atas normal sehingga tidak bisa melewati bagian bawah jembatan sepanjang 270 meter dengan lebar lima meter berkonstruksi baja Australia yang dibangun tahun 1990.

"Mulai hari ini larangan berlayar bagi angkutan kapal dan tongkang sudah kami cabut, karena debit air Sungai Barito mulai turun, namun dengan catatan angkutan harus mengukur ketinggian muatan terlebih dahulu atau meratakan bagian atas batu bara," tegas Rizalfi.

Meski kedalaman sungai aman bagi pelayaran, angkutan tongkang bermuatan batubara yang berlayar ke hilir dan sebaliknya, tongkang kosong ke hulu masih belum terlihat ramai.

Sejumlah kapal dan tongkang mengangkut batu bara milik perusahaan yang berlokasi di wilayah Kabupaen Barito Utara dan Murung Raya kini mulai berlayar, sebelumnya terpaksa bersandar di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito.

Menurut Rizalfi, mungkin pekan depan angkutan tambang dan kayu mulai ramai lagi, karena sebagian tongkang yang sebelumnya tidak bisa muat batu bara sudah melakukan aktivitas.

"Memang selama ini pedalaman Sungai Barito merupakan sarana satu-satunya untuk mengangkut sumber daya alam keluar daerah," jelasnya.

Sejumlah tongkang yang bermuatan batubara milik perusahaan pemegang pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) dan Kuasa Pertambangan di dua kabupaten paling utara Kalteng itu.

"Kedalaman Sungai Barito kini sulit diprediksi bisa saja sebelumnya debit air naik, namun pekan depan bisa surut. Masalah inilah yang menjadi kendala angkutan tambang tidak maksimal," katanya.

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved