Breaking News:

Debit Barito Naik Tongkang Dilarang Berlayar

Debit air pedalaman Sungai Barito, Kalimantan Tengah, naik di atas normal sehingga tongkang pengangkut batu bara .

Editor: Edinayanti
Debit Barito Naik Tongkang Dilarang Berlayar
antara
Sungai Barito

TRIBUNKALTENG.COM, MUARATEWEH - Debit air pedalaman Sungai Barito, Kalimantan Tengah, naik di atas normal sehingga tongkang pengangkut batu bara dan kayu dilarang berlayar melewati jembatan KH Hasan Basri di Muarateweh, kata petugas di Dinas Perhubungan setempat.
      
"Mulai Minggu (24/11) semua angkutan tambang dan kayu dilarang berlayar melewati jembatan karena permukaan air Sungai Barito di atas normal," kata Kepala Seksi Angkutan Sungai pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barito Utara, Rizalfi di Muarateweh, Selasa.
      
Kenaikan debit air di pedalaman Sungai Barito itu akibat curah hujan yang cukup tinggi terutama di wilayah utara Kabupaten Murung Raya (Mura) dan sebagian lainnya karena air sungai meluap di kawasan Kabupaten Barito Utara.
      
Ketinggian air permukaan Sungai Barito pada Rabu pagi yang tercatat di skala tinggi air (STA) di Muarateweh mencapai 12,10 meter menunjukan angka di atas normal sehingga tongkang dan kapal besar tidak bisa melintas di bawah jembatan sepanjang 270 meter yang dibangun pada 1990 itu.
      
"Untuk sementara transportasi sungai khususnya angkutan kapal bertonase besar yang bermuatan dari hulu ke hilir dihentikan sampai kondisi air sungai turun," katanya didampingi petugas Teknis Lalulintas Sungai, Rizalfi.
      
Ia mengatakan, sebagian besar angkutan kapal tunda (tugboat) dan tongkang batu bara sudah berlayar sebelum ketinggian air Sungai Barito di atas normal.
      
Namun, katanya, puluhan tongkang baik kosong maupun bermuatan puluhan ribu ton batu bara milik perusahaan pemegang izin kuasa pertambangan (KP) dan pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) terpaksa bersandar di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito karena tidak bisa melewati jembatan.
      
"Sejumlah tongkang masih ada tertahan di wilayah hulu, sebagian besar sudah lewat saat air belum naik," katanya.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved