Pangkalan Mulai Keluhkan Habisnya Stok Elpiji

Kelangkaan gas elpiji 3 kg makin menjadi. Usai sedikitnya pasokan untuk pangkalan ataupun toko eceran penjual

Penulis: Restudia | Editor: Anjar
TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Kelangkaan gas elpiji 3 kg makin menjadi. Usai sedikitnya pasokan untuk pangkalan ataupun toko eceran penjual elpiji 3 kg, kini elpiji 3 kg habis terjual. Pemilik pangkalan kembali memesan elpiji ke agen besar, namun tak kunjung diantarkan pesanan seperti di toko Nayla di Jalan Veteran.

Pemilik toko, Iin mengaku 20 tabung yang datang minggu lalu, habis terjual. Kini, ketika memesan kembali tak ada kejelasan kapan diantar. Sebab pihak agen mengaku tak memiliki stok alias kosong.

Iin mengaku sudah memesan dua hari lalu, sebanyak 100 tabung. Namun, hingga kini tak ada satupun yang diantar. Ia mengaku bingung dengan kelangkaan ini. Bila tetap pasokan sulit, ibu satu putri ini berniat menaikkan harga. “Kalau sulit kaya ini tidak jual Rp 16 ribu lagi, tapi bisa Rp 20 ribu,” ujarnya.

Kelangkaan gas elpiji 3 kg ini masih belum diketahui penyebabnya. Jika memang ada oknum yang bermain, ia mengatakan bukan sekelas pangkalan atau toko kecil. Karena pasokan saja dibatasi, hanya beberapa puluh tabung itupun langsung diborong warga.

Ia berharap pasokan elpiji bisa segera lancar. Jika tidak, maka harga di pasaran akan melonjak. Kelangkaan ini, ujarnya, sudah memasuki minggu ke dua. “Kasihan masyarakat nantinya, kalau elpiji mahal, minyak pun lebih mahal,” ujarnya, Kamis (7/3).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved