Kapal Terperangkap di Sungai Barito

Air Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, selama

Tayang:
Editor: Syamsudin
zoom-inlihat foto Kapal Terperangkap di Sungai Barito
KOMPAS/M SYAIFULLAH
Sungai Barito
TRIBUNKALTENG.COM, MUARA TEWEH - Air Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, selama dua hari terakhir ini surut, sehingga mengakibatkan sejumlah kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar atau terperangkap.

"Saat ini angkutan kapal dan tongkang bermuatan batu bara bertonase besar tidak bisa berlayar karena air sungai surut," kata Petugas Teknis Lalu lintas Sungai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barito Utara, Rizalfi di Muara Teweh, Minggu (25/3/2012).

Sejumlah kapal tarik atau tunda (tug boat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar di beberapa tempat.

Menurut Rizalfi, saat ini ketinggian debit air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh Minggu (25/3) siang pada angka 3,60 meter yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar. "Akibatnya tongkang bermuatan dan kosong ada yang bersandar dan kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito," jelasnya.

Kapal dan tongkang kosong yang terperangkap itu mencapai puluhan unit sebagian besar milik perusahaan tambang PT Marunda Graha Mineral yang arealnya di wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) dan sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten Barito Utara.

Sejumlah tongkang bermuatan puluhan ribu ton batu bara dan kosong bersandar di kawasan Bukau Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barut atau di hulu dan di hilir jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh. "Sejumlah tongkang itu kini terpaksa bersandar sambil menunggu air naik," kata Rizalfi.

Surutnya sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan itu sekarang sulit diramalkan.

Ia menjelaskan, meski saat ini hujan masih turun, kenyataannya debit air Sungai Barito turun dan kalau di wilayah hulu hujan maka air kembali naik. "Kami sulit memprediksi kondisi Sungai Barito," ujarnya.

Meski angkutan kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar, sejumlah kapal barang dan angkutan penumpang yang tonasenya sedang untuk sementara tidak mengalami kendala.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved