Breaking News:

Banyak Potensi Lamandau Belum Dilirik Investor

Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengungkapkan, masih banyak potensi di Kabupaten Lamandau yang belum dilirik investor.

TRIBUNKALTENG.COM, LAMANDAU - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengungkapkan, masih banyak potensi di Kabupaten Lamandau yang belum dilirik investor.

Bupati Lamandau Marukan di Lamandau, Jumat (27/1/2012) mengatakan, potensi yang dimiliki wilayah tersebut sangat banyak, di antaranya perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan perkebunan karet.

Untuk perkebunan kelapa sawit, di wilayahnya dianggap sudah benar-benar mampu mensejahterakan masyarakat melalui perkebunan plasma yang dikelola koperasi, yang dibentuk oleh masyarakat  bekerjasama dengan investor perkebunan.

Sementara untuk perkebunan karet memang sudah menjadi pekerjaan turun temurun yang dimiliki warga, serta mengingat harga karet mentah yang kini naik menjadi Rp 18.000 per Kg.

"Dari beberapa usaha warga itu, terbukti masyarakat mampu menghidupi keluarganya dan mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.

Selain itu pada potensi pertambangan, menurutnya, masih sedikit investor pertambangan yang ada di wilayah Kabupaten Lamandau.

"Dengan dilaksanakannya HPN Tingkat Provinsi Kalteng dan HUT ke-66 PWI diharapkan, semua potensi yang ada di wilayah Lamandau dapat tergali dengan maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya.

Di sisi lain, Marukan juga mengungkapkan, ada satu potensi yang sama sekali belum tersentuh untuk membantu meningkatkan PAD, yakni potensi pariwisata.

Potensi tersebut berupa bukti sejarah berdirinya Lamandau yang ceritanya masih ada kaitannya dengan kisah Malin Kundang.

Untuk menguak sejarah itu, pada HPN dan HUT PWI yang akan dilaksanakan di Lamandau nantinya, buku tentang bukti sejarah berdirinya Lamandau akan dicetak dan dibagikan kepada peserta.

"Bukti-bukti sejarah itu antara lain, adanya perahu, pakaian dan bendera peninggalan sejarah itu yang sudah membatu, juga kisah tentang Sampuraga juga akan dikisahkan dalam buku itu," katanya.

Akan tetapi, potensi yang benar-benar akan mensejahterakan masyarakat adalah melalui perkebunan gaharu yang saat ini gencar disosialisasikan Pemkab Lamandau.

Perkebunan gaharu, menurutnya, merupakan suatu tabungan bagi masyarakat Lamandau, yang mana komoditas tersebut baru dapat dipanen setelah berusia 9 tahun dan bernilai tinggi.

Untuk gaharu kelas A, di pasaran sudah mencapai Rp 35 juta/kg, kelas B seharga Rp15 juta, kelas C Rp 10 juta dan kelas D Rp 5 juta/kg.

Diharapkan dengan perkebunan gaharu yang dicanangkan itu, masyarakat Lamandau akan memiliki tabungan atau jaminan bagi masa tua dan generasi penerusnya tidak akan kesulitan dalam menyambung hidup.

Editor: admin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved