Sehari Jual 250 Kalong

BAGI sebagian orang, kalong atau kelelawar dianggap sebagai binatang pengganggu tanaman

Tayang:
Editor: Edinayanti
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - BAGI sebagian orang, kalong atau kelelawar dianggap sebagai binatang pengganggu tanaman, terutama buah. Tapi bagi Susilawati, binatang dengan nama latin Chiroptera ini justru sumber pencaharian yang menguntungkan.
    
Demikian pula bagi puluhan warga Tangkiling, Kecamatan Bukitbatu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tiap hari, binatang hasil buruan mereka itu dibawa ke kota untuk dipasarkan.
    
"Dalam sehari, rata-rata yang terjual hingga 250 ekor. Saat musim buah, biasanya kalong banyak ditemukan," ujar Susilawati, pekan lalu.
    
Sejak lima tahun terakhir, ibu tiga anak ini menjajakan kalong di kawasan Jalan Willem AS Palangkaraya. Pembelinya tidak hanya dari kalangan yang meyakini binatang mamalia itu sebagai obat asma mujarab, tapi memang karena suka terhadap daging kalong.
    
Untuk seekor kalong, baik hidup atau mati, Susilawati menjualnya antara Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu. Jika dari tiap ekor kalong dia meraih keuntungan Rp 5 ribu, berarti dalam sehari Susilawati mengantongi uang penjualan hingga Rp 1,25 juta. Dari hasil penjualan kalong itu pula, dia mengaku dapat membiayai pendidikan anak-anaknya.
    
Kalong yang dijual merupakan jenis kelelawar pemakan buah-buahan segar, bunga, nektar dan sebuk sari. Bentangan sayapnya hingga sekitar satu meter. Binatang ini memiliki mata besar dengan corak kekuningan pada bagian lehernya.
    
Banyak kalangan meyakini, kalong berkhasiat sebagai obat asma. Konon, dagingnya bisa memanaskan suhu tubuh manusia. Biasanya dimasak sebagai gulai, rica-rica atau cukup digoreng.
    
Menurut Susilawati, empedu kalong juga bisa menyembuhkan sakit tuberkolosis (TBC). "Agar bisa betul-betul sembuh, penderita perlu mengonsumsinya sekitar 150 empedu," katanya.
    
Namun, sejauh ini belum ada rumah makan di Palangkaraya yang khusus menyajikan menu kalong. (mustain khaitami)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved