Idulfitri 2019

Tata Cara Sholat Idul Fitri 2019 dalam Bahasa Arab dan Latin, Jangan Lupa Niatnya

Tapi, ada beberapa aktivitas teknis yang agak berbeda dari shalat pada umumnya. Aktivitas teknis tersebut berstatus sunnah.

Penulis: Restudia | Editor: Mustain Khaitami
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Tanggal 1 Syawal 1440 H yang menandai tibanya Idulftri 2019,  semakin dekat.

Namun penetapan terbitnya 1 Syawal 1440 H tetap menunggu hasil itsbat dari pemerintah. Yang penting, perlunya mempersiapkan diri dalam menyambut Idulfitri, termasuk tata cara pelaksanaan Shalat Id.

Sholat Id sendiri pada dasarnyanya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah SAW tidak meninggalkannya hingga beliau wafat, kemudian ritual serupa, sholat Idul Fitri dilanjutkan para sahabat beliau.

Secara global syarat dan rukun sholat id tidak berbeda dari sholat lima waktu, termasuk soal hal-hal yang membatalkan.

Begini Rasulullah SAW Ucapkan Selamat Idul Fitri, Minail Aidin Bukan Permintaan Maaf

Jejak Sunan Kalijaga di Gunung Kuncup, Sering Terdengan Suara Azan nan Merdu Meski Tak Ada Masjid

Zodiak Minggu 2 Juni 2019, Ramalan Karier Aries Membaik, Gemini Melawan Ego, Cancer Sebar Gosip?

Tapi, ada beberapa aktivitas teknis yang agak berbeda dari shalat pada umumnya. Aktivitas teknis tersebut berstatus sunnah.

Waktu shalat Idul Fitri 2019 dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu dhuhur.

Berbeda dari shalat Idul Adha yang dianjurkan mengawalkan waktu demi memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian sholat id, sholat Idul Fitri 2019 disunnahkan memperlambatnya.

Hal demikian untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.

Sholat Idul Fitri 2019 dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah setelahnya.

Namun, bila terlambat datang atau mengalami halangan lain, boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) di rumah ketimbang tidak sama sekali.

Berikut tata cara sholat Idul Fitri 2019 secara tertib.

Penjelasan ini bisa dijumpai antara lain di kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus; atau al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I) karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji.

1. Niat Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil fithri” kalau dilaksanakan sendirian. Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “makmûman” kalau menjadi makmum.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved