Kabar Kalsel

Fenomena Hujan Es di Kabupaten Tanahlaut, Ini Penjelasan BMKG Syamsuddin Noor Banjarbaru

Fenomena hujan es di Kalimantan Selatan menarik perhatian banyak kalangan. Namun bagaimana fenomena ini bisa terjadi?

Fenomena Hujan Es di Kabupaten Tanahlaut, Ini Penjelasan BMKG Syamsuddin Noor Banjarbaru
istimewa dari Hanafi
butiran batu es dari air hujan. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Fenomena hujan es di Kalimantan Selatan menarik perhatian banyak kalangan. Namun bagaimana fenomena ini bisa terjadi?

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Syamsuddin Noor Banjarbaru Karmana, Sabtu (13/4/2019) kepada Banjarmasinpost.co.id, mengatakan memang bisa terjadi fenomena hujan es di Kalsel.

Sebab hujan es ini dapat melanda daerah- daerah yang dilalui garis ekuator atau khatulistiwa, berarti memiliki iklim tropis. Salah satunya adalah Indonesia, termasuk Kalsel.

Pemuda di Desa Katanjung Kapuas Hulu Diajari Karate, Begini Kata Babinsa Koramil Sei Hanyo

Daftar Harta Kekayaan Capres dan Cawapres 2019

Vinales Berhasil Jadi yang Tercepat, Ini Hasil FP2 MotoGP Amerika 2019, Bagaimainan Marquez?

"Hujan es ini bukanlah fenomena yang aneh dan langka di Indonesia. Beberapa hujan es telah terjadi di wilayah Indonesia, seperti Bandung, Banjarnegara, Medan, Madiun, Sumatera Barat, serta daerah daerah lainnya," urai Karmana.

Hujan es ini dapat terjadi Indonesia karena beberapa sebab, sebabnya karena adanya faktor- faktor yang mendukung terjadinya hujan es tersebut ada di wilayah Indonesia.

"Hujan es ini jika ukurannya tidak terlalu besar, sebenarnya tidak berbahaya, namun jika hujan yang turun mempunyai ukuran sebesar bongkahan es, ini yang akan membahayakan. Hal ini karena ukuran yang begitu besarnya dan jatuh dimana- mana maka akan menjadi berbahaya dan dapat bersifat merusak. Seperti halnya fenomena yang terjadi di Sumatera Barat bulan Mei 2014, hujan es yang turun menyebabkan puluhan rumah rusak, " jelas Karmana.

Disebutkan Karmana, pengertian hujan es ini dalam ilmu meteorologi disebut juga dengan hail. Hail atau hujan es ini adalah presipitasi yang terdiri atas bola-bola es.

"Salah satu pembentukan dari bola- bola es ini adalah melalui kondensasi uap air lewat proses pendinginan di atmosfer pada sebuah lapisan yang terdapat di atas level beku. Biasanya, hanya es yang berukuran besar saja yang terjadi dengan proses seperti ini. Karena ukurannya yang besar, sehingga meski es sudah turun ke suhu yang lebih hangat dan daerah lebih rendah, tidak semua es ini menjadi cair (mencair), " kata Karmana.

Perlu diketahui, lanjut Karmana, hujan es ini tidak hanya bisa turun di daerah subtropis saja, namun hujan es ini juga dapat terjadi di daerah sekitar garis ekuator atau daerah pembagian musim tropis, termasuk di Indonesia.

"Hujan es ini biasanya terjadinya tidak terlalu kelihatan, dan terjadinya hujan es ini disertai dengan hujan air. Hujan es ini biasanya terjadi hanya sekitar beberapa menit saja, kemudian setelah itu akan kembali ke hujan air normal seperti biasanya," runutnya.

c
Hujan disertai angin kencang juga memporak-porandakan RTH Kijang Mas Permai Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Sabtu (13/4/2019). (DPRKPLH Kabupaten Tanahlaut)
Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved