Kabar Kalsel

Alquran Jumbo di Kandangan HSS, H Yusri Fauzi Terdorong Menulisnya Setelah Mendapat Ujian Ini

Untuk itu, dia menghabiskan waktu satu tahun enam bulan dengan jumlah kertas sekitar 300 lembar. Adapun kertas yang digunakan jenis karton yang agak m

Alquran Jumbo di Kandangan HSS, H Yusri Fauzi Terdorong Menulisnya Setelah Mendapat Ujian Ini
banjarmasinpost.co.id/hanani
H Yusri Fauzi dengan Alquran jumbo hasil karyanya yang baru selesai ditulis di Kandangan HSS. 

TRIBUNKALTENG.COM, KANDANGAN - Kemampuan menulis huruf Arab di kertas berukuran besar dengan huruf besar yang rapi, tidak semua orang bisa. Namun dengan ketekunan, H Yusri Fauzi (59) warga Desa Gambah Luar Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (SAA), berhasil membuat Alquran jumbo dengan ukuran 80x110 sentimeter persegi.

Alquran berukuran jumbo ini semua ditulisnya menggunakan tangan.

Hebatnya lagi, pensiunan guru agama SDN Bakarung Kecamatan Angkinang HSS itu menulis ayat demi ayat pada saat tangan kanannya sulit digerakkan secara normal karena pernah terkena stoke.

Yusri menggunakan tangan kirinya yang berfungsi dengan baik hingga menyelesaikan 30 juz.

Alquran Raksasa Berusia Ratusan Tahun Jadi Daya Tarik Masjid At-Taqwa Amuntai, Begini Ceritanya

Live Streaming dan Siaran Langsung MotoGP Amerika 2019! Valentino Rossi Runtuhkan Dominasi Marquez

Penetapan NIP CPNS dan Pengumuman PPPK 2019, Silahkan Klik Link-nya di Sini

Kriss Hatta Terlibat Perkelahian di Klub Malam? Kabarnya Korban Pria Sampai Patah Hidung

Untuk itu, dia menghabiskan waktu satu tahun enam bulan dengan jumlah kertas sekitar 300 lembar. Adapun kertas yang digunakan jenis karton yang agak mengkilap.

Sedangkan alat tulisnya adalah stabilo yang bisa diisi ulang dengan tinta printer. “Untuk satu Alquran besar itu, saya menghabiskan 10 botol tinta print stabilo suntik,” beber Yusri saat ditemui BPost di rumahnya yang tepat berseberangan dengan Masjid Al Abrar Kota Kandangan.

Huruf Arab yang dia tulis merupakan jenis khat tsuluts nashkhi, yang garisnya tebal dan rapat. Sebelum ditulisi ayat Alquran, dia terlebih dahulu membuat bingkai pada kertas serta detil-detil lainnya yang lebih sulit dibanding menulis huruf Arab.

“Karena selain ukurannya besar, juga memerlukan ketelatenan. Harus dibuat rapi seperti halnya mushab Alquran bentuk cetak,” kata Yusri, yang juga pemimpin majelis zikir, serikat kematian dan wattaalim Al Abrar.

Setiap hari, paling maksimal dia bisa menyelesaikan satu lembar. Itu dilakukan di sela-sela menunggu waktu salat lima waktu, mulai pukul 04.00 Wita sampai waktu luang, di sela aktivitas lainnya.

Agar konsentrasi dan fokus, dia menulis di tempat khusus yakni lantai dua rumahnya.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved