Ganasnya Buaya Sungai Mentaya

Sering Bersiliweran di Sungai Mentaya, Kemunculan Buaya Ganas Pulau Hanaut Kalteng Jadi Biasa

Kemunculan buaya berendang merupakan pemandangan biasa bagi warga yang tinggal di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Teluk Sampit m

Sering Bersiliweran di Sungai Mentaya, Kemunculan Buaya Ganas Pulau Hanaut Kalteng Jadi Biasa
Facebook
Ilustrasi - Buaya di sekitar pemukiman warga 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kemunculan buaya berendang merupakan pemandangan biasa bagi warga yang tinggal di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Teluk Sampit maupun Bagendang.

Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) yang kerap dilihat warga tersebut dari ukuran kecil hingga ukuran besar hampir setiap hari berseliweran di Sungai Mentaya, dan tidak ada warga yang berani mengganggunya, karena malah bisa celaka.

Jangan Asal Unggah Foto Anak di Medsos Demi Kesenangan Orang Tua, Hargai Privasinya!

HET Elpiji Bersubsidi Tak Berlaku, Satu Tabung Capai Rp 50 Ribu

Ada Menteri Disebut dalam Sidang Prostitusi Online, Vanessa Angel Tolak Ajak Mimican

Kawasan permukiman warga di bantaran Sungai Mentaya ini sangat rawan didatangi buaya ganas dan penghuninya rawan di serang binatang mematikan tersebut.
Kawasan permukiman warga di bantaran Sungai Mentaya ini sangat rawan didatangi buaya ganas dan penghuninya rawan di serang binatang mematikan tersebut. (Tribunkalteng.com/Faturahman)

Hujaifah, Mantan Plt Camat Samuda, mengakui, selama dia bertugas di Samuda, mengakui sering melihat buaya yang berseliweran di Sungai Mentaya, tersebut.

Menurut dia, pemandangan semacam itu, memang sudah biasa nampak di Sungai Mentaya, disekitar Pulau Hanaut dan Samuda, buaya kadang bersembunyi di pondasi dermaga penyeberangan kapal penumpang.

Pulau Hanaut, ini sejak lama dihuni oleh ratusan buaya muara Sungai Mentaya, karena merupakan habitatnya. Lokasinya ditengah-tengah sungai Mentaya, Kotim, Kalteng. Warga sekitar yang bermukim di lokasi ini sering diserang buaya yang menyeberang ke permukiman warga bantaran sungai.
Pulau Hanaut, ini sejak lama dihuni oleh ratusan buaya muara Sungai Mentaya, karena merupakan habitatnya. Lokasinya ditengah-tengah sungai Mentaya, Kotim, Kalteng. Warga sekitar yang bermukim di lokasi ini sering diserang buaya yang menyeberang ke permukiman warga bantaran sungai. ((banjarmasinpost group/faturahman))

"Karena sudah biasa dilihat setiap harinya, makanya warga tidak terlalu kaget ketika melihat tiba-tiba ada buaya yang melintas di sungai, selama tidak menggganggu, karena sarangnya kan dekat dengan permukiman warga," ujarnya. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved