Kabar Palangkaraya

Kapolda Kalteng Perintahkan Tindak Penyebar Berita Hoax, Makin Marak Jelang Pemilu di Medsos

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko mengungkapkan mmendekati Pemilu makin banyak bertebaran berita bohong atau hoax di media sosial.

Kapolda Kalteng Perintahkan Tindak Penyebar Berita Hoax, Makin Marak Jelang Pemilu di Medsos
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko, saat memerkiksa pasukan pengamanan pemilu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jajaran kepolisian Polda Kalteng semakin ketat dalam melakukan pengawasan dan pengamanan di Bumi Tambun Bungai jelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan , 17 April 2019 mendatang.

Upaya pengamanan dan kondusifnya Kalteng tersebut dilakukan petugas dengan melakukan patroli keliling dan  razia THM juga razia minuman keras dan penyakit masyarakat lainnya. Tujuannya , agar ketika mendekati pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres, Kamtibmas Kalteng kondusif.

Kondisi Kamtibmas Kalimantan Tengah, hingga Kamis (28/3/2019) masih terpantau kondusif dan aman terkendali tidak ada gangguan yang diterima oleh penyelenggara pemilu, tahapan pemilu masih berjalan lancar aman dan terkendali.

Kalteng Putra ke Semifinal Piala Presiden 2019, Kalahkan Persija Lewat Adu Penalti Skor 4-3

Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut Resmi Dioperasionalkan, Ini Penilaian Penumpang Garuda

Ancam Warga dengan Sajam di Kapuas Timur, Lelaki 37 Tahun Ini Diamankan Polisi

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko saat pelaksanaan kegiatan kesadaran nasional siaga linmas dan simulasi sispamkota dalam rangka pengamanan pemilu 2019 di Palangkaraya menegaskan , Polri dan TNI, yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan pengamanan akan bertindak tegas jika ada kerawanan dan hambatan dalam pemilu mendatang.

Dikatakan Kapolda, mendekati Pemilu makin banyak bertebaran berita bohong atau hoax di media sosial, yang bisa mempengaruhi banyak orang serta meningkatnya suhu politik jelang pemilu, sehingga politik identitas pun menjadi semakin jadi kerawanan yang harus di waspadai.

Kapolda menegaskan, semua itu muaranya adalah untuk menyingkirkan lawan politik sehingga menjadikan proses demokrasi menjadi tidak sehat dan menyebabkan rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Penggunaan isu SARA dipakai pihak tertentu dalam memenangkan Pemilu, ini bisa menyebabkan disintegrasi bangsa," ujarnya.

Orang nomor satu di kepolisian Polda Kalimantan Tengah ini, menegaskan, pihaknya akan berlaku tegas terhadap para penghambat dalam pelaksanaan Pemilu."Ini adalah bentuk lain dari teror sehingga bisa mempengaruhi psikologis masyarakat, bagi pelakunya diberikan tindakan tegas dan langkah hukum," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng, Kombes Pol Adex Yudisman, mengatakan, pihaknya terus melakukan, patroli cyber untuk memantau media sosial dan akan menindak jika ada akun yang melakukan penyebaran berita hoax maupun berita yang menyebarkan kebencian, melalui media soaial. (banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved