Mafia Bola

Satgas Antimafia Bola Resmi Tahan Joko Driyono, Ini Pnyebabnya

Satgas Antimafia Bola Polri resmi menahan Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Satgas Antimafia Bola Resmi Tahan Joko Driyono, Ini Pnyebabnya
(Tribunnews/Jeprima)
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Satgas Antimafia Bola Polri resmi menahan Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Penahan Joko dilakukan Satgas Antimafia bola Polri menyusul perusakan barang bukti terkait pengaturan skor pertandingan di liga 3..

Kepastian itu telah disampaikan oleh Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3/2019).

"Setelah dilakukan gelar perkara, Satgas Antimafia Bola telah melakukan penahanan terhadap JD untuk proses penyidikan selanjutnya," ujar Hendro dilansir Kompas.com.

Tersaji Bigmatch MU vs Barcelona, Ini Jadwal Siaran Langsung Perempatfinal Liga Champions 2018/2019

Kakak Beradik Ini Bikin Resah Nelayan Pulau Sebuku, Curi Jaring Kepiting dan Mesin Kapal Nelayan

Inova Berpenumpang 13 Orang Terguling di Jalan Sungai Bakau Kuala Pembuang, Satu Bocah Tewas

 Joko Driyono diduga melakukan perusakan barang bukti terkait dengan pengaturan skor pertandingan Liga 3 antara Persibaran Banjarnegara dan PS Pasuruan.

Apartemen Milik Joko Driyono, digeledah oleh Satgas Antimafia Bola, Kamis (14/2/2019).
Apartemen Milik Joko Driyono, digeledah oleh Satgas Antimafia Bola, Kamis (14/2/2019). (Bolasport.com)

Menurut Hendro, Joko Driyono ditengarai memerintahkan tiga orang yakni MM, MA, dan AG untuk memusnahkan, memindahkan, dan merusak barang bukti terkait kasus pengaturan skor Persibaran Banjarnegara versus PS Pasuruan.

Aksi itu diduga dilakukan Joko untuk menghambat langkah Satgas Antimafia Bola mengusut kasus pengaturan skor.

"Untuk mengaburkan, sehingga barang bukti yang kami butuhkan tidak ada, kami tak bisa menggali lagi pengaturan skor lain," kata Hendro.

Hendro menambahkan, Joko Driyono ditahan dengan pasal 363, 235, 233, 221 Juncto 55 KUHP. Aturan tersebut menjerat perbuatan pencurian, perusakan, penghancuran barang bukti, tindak pidana juncto memerintah atau menyuruh melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Kendati demikian, Hendro menegaskan bahwa penahanan Joko Driyono ini tetap berkaitan dengan dugaan pengaturan skor.

"Meskipun penahanan pasal perusakan, ada keterkaitan dengan match fixing (pengaturan skor) sepak bola di Banjarnegara," kata Hendro.

Live 8 Besar Piala Presiden: Jelang Persija vs Kalteng Putra, Macan Kemayoran Hadapi Situasi Sulit

Sebelumnya, Joko Driyono sudah ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor sejak pertengahan Februari lalu.

Penetapan ini diawali dengan laporan LP nomor 6990 tanggal 16 Desember 2018 oleh mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani. Dalam kasus match fixing ini, polisi sudah menetapkan 11 orang tersangka, mulai pihak wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Joko Driyono Resmi Ditahan Satgas Antimafia Bola

Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved