Pilpres 2019

Dua PNS di Bima Diperiksa Bawaslu, Diduga Gara-gara Dukung Sandiaga Uno

Dua PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dua PNS di Bima Diperiksa Bawaslu, Diduga Gara-gara Dukung Sandiaga Uno
(KOMPAS.com/SYARIFUDIN)
Komisioner Bawaslu Kota Bima, Asrul Sani. 

TRIBUNKALTENG.COM, BIMA  - Dua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedua PNS berinisial MJ dan FR ini diperiksa lantaran diduga melanggar netralitas dalam pemilu. Mereka disinyalir terang-terangan mendukung pasangan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Kasus pelanggaran pemilu ini diungkap Bawaslu saat kampanye politik Sandiaga yang digelar di Kota Bima, Rabu (13/3/2019).

Romahurmuziy Mengeluh Sulit Tidur, Minta KPK Tunda Pemeriksaan

Asam Urat Kambuh, Ahmad Dhani Terpincang-pincang Saat Keluar Rutan, Kerabat Bawakan Ini

Berfoto Pose Dua Jari Sambil Pegang Stiker Prabowo-Sandi, Enam Guru Honorer Dipecat

Komisioner Bawaslu Kota Bima Asrul Sani mengatakan, kedua PNS tersebut telah memenuhi panggilan untuk klarifikasi.

"Kemarin, dua PNS ini diduga melakukan pelanggaran pemilu terkait dengan netralitas PNS saat kehadiran cawapres nomor 02. Mereka sudah kita undang dan telah dimintai klarifikasi," kata Asrul saat ditemui wartawan di kantor Bawaslu, Kamis (21/3/2019).

Asrul merinci, MJ diperiksa karena ikut menyusup dalam panggung deklarasi saat kampanye Sandi di lapangan Serasuba, Kota Bima belum lama ini. Sementara FR diperiksa lantaran postingan foto Sandiaga Uno di akun Facebook miliknya. 

FR juga turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sandi saat berkunjung di Kota Bima.

"Sedangkan yang satunya lagi, dia hadir langsung dipanggung deklarasi capres nomor 02. Padahal saat itu sedang jam kerja, inilah yang kita gali dan kita ungkapkan," tuturnya.

Kedua ASN ini, kata Asrul, telah memberikan keterangan dan sudah menjelaskan tentang dugaan tersebut. 

Namun, Asrul belum membeberkan hasil klarifikasi kedua PNS itu. Selain itu, Bawaslu juga belum memutuskan bentuk pelanggaran yang dilakukan dua abdi negara ini.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved