Kalteng Kita

Targetkan Rp 1 Miliar dari Pajak Air Permukaan, Ini yang Dilakukan Pemrpov Kalteng

Penagihan pajak air permukaan atau penggunaan air tanah kepada perusahaan yang memanfaatkan air permukaan untuk kebutuhan sehari-hari

Targetkan Rp 1 Miliar dari Pajak Air Permukaan, Ini yang Dilakukan Pemrpov Kalteng
tribunkalteng.com/fathurahman
Ilustrasi - Pengolahan air PDAM Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penagihan pajak air permukaan atau penggunaan air tanah kepada perusahaan yang memanfaatkan air permukaan untuk kebutuhan sehari-hari dalam operasionalnya, mulai dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Meski belum menyentuh penagihan pada penggunaan air tanah untuk rumah tangga, namun ini menjadi pembicaraan warga Palangkaraya, karena selama ini warga Kota Cantik, kebanyakan menggunakan air tanah untuk kebutuhan keaeharian, alasannya air tanah lebih bersih atau lebih jernih daripada air PDAM.

Pasang Gratis PDAM di Palangkaraya, Hanya 525 Sambungan Tersedia

Reaksi Mahfud MD Ketika Dicurigai Razman Nasution soal Kasus Romahurmuziy yang Kena OTT KPK

"Awalnya, memang rumah kami menggunakan dua sumber air yakni menjadi pelanggan PDAM dan menggunakan mesin sedot untuk mendapatkan air tanah, karena lahan di Palangkaraya berpasir, sehingga air tanah jernih dan bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari di rumah tangga" ujar Murni, salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Rajawali Km 5 Palangkaraya, Rabu (20/3/2019).

Dia mengatakan, penggunaan air tanah selain lebih jernih dan bersih , saat ini tidak dikenakan pungutan atau pajak dari pemerintah, sedangkan menggunakan air PDAM ada kewajiban untuk membayar tagihan setiap bulannya yang nilainya tergantung pemakaian.

"Untuk air tanah kan bisa langsung sedot sedangkan PDAM bayar perbulan, makanya kami stop pakai PDAM," ujarnya lagi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Tengah, Kaspinoor, mengatakan, tahun ini pihaknya memasang target PAD untuk air tanah mencapai Rp1 miliar dan sudah mulai dilakukan penagihan untuk pengguna dari kalangan industri atau perusahaan sedangkan untuk rumah tangga pengenaan pajak belum diberlakukan.

"Target pencapaian PAD khusus untuk air permukaan sebesar Rp1 miliar dan saat ini sudah mulai dilakukan penagihan seperti pihak perhotelan dan perusahaan lainnya. Saat ini penagihan sudah mencapai lebih dari 20 persen yang ditagih langsung ke perusahaan yang bersangkutan dalam penagihannya, kami optimistis target akan tercapai," ujarnya. (Tribunkalteng.com/faturaman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved