Kabar Haji

Tahun Ini, Menu Nusantara Diperbanyak Bagi Jamaah Indonesia Selama di Tanah Suci

Untuk pemondokan di Madinah, diupayakan seluruhnya berada Markaziyah dengan menggunakan sistem full musim,

Tahun Ini, Menu Nusantara Diperbanyak Bagi Jamaah Indonesia Selama di Tanah Suci
Istimewa
Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalteng H Masrawan 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi para jamaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Tidak hanya fasilitas, soal menu makanan yang akan disajikan juga menjadi perhatian.

"Dalam seminggu, nanti menu daerah nusantara ditambah 2-3 kali dengan juru masak Indonesia yang mempunyai kompetensi atau besertifikat di bidang katering," ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalteng Masrawan, Jumat (15/3/2019).

HAB Kemenag, Pelayanan Administrasi di Kemenag Kalteng Makin Mudah dengan PTSP

Lowongan Kerja Besar-besaran di Petamina, Batas Pendaftaran Sampai 17 Maret 2019, Cek Infonya

Hal ini diungkapkan dalam acara Coffe Morning dan Jumpa Pers Kanwil Kemenag Kalteng. Pada saat itu juga dipaparkan mengenai kondisi kuota haji Kalteng.

Menurut Masrawan, penyelenggaraan haji di Kalteng antara lain juga digambarkan mengenai penempatan pemondokan jamaah haji di Makkah yang kini berdasarkan sistem zonasi di wilayah 7 dengan menghapus wilayah Aziziyah Zanubiah yang sebelumnya menggunakan 2 kali bus.

Untuk pemondokan di Madinah, diupayakan seluruhnya berada Markaziyah dengan menggunakan sistem full musim, meskipun alokasi anggarannya sama.

Bicara soal daftar tunggu, per 15 Maret 2019, sebanyak 31.690  calon jamaah yang terdaftar di Kalteng tercatat dalam waiting list.

Dari jumlah itu, Palangkaraya tertinggi yakni 5.753, Kapuas 5.196, Barut 4.099, Barsel 3.403, Kotim 2.675, Kobar 2.393, Lamandau 1.694, Sukamara 274, Seruyan 1.117, Katingan 1.036, Pulangpisau 959, Gunungmas 740, Bartim 689, dan Murungraya 173.

"Masa tunggu jamaah haji Kalteng mencapai 19 tahun. Secara nasional, masa tunggu pertama ada di Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai 31 tahun dan paling singkat Maluku dengan masa tunggu 11 tahun," timpal Masrawan.

Sejak 2017 hingga 2018, pelayanan haji Kalteng berhasil meraih penilaian optimal dari pemerintah pusat dengan nilai mencapai 98.

(TRIBUNKALTENG.COM/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved