Kalteng Kita

Perubahan Sistem di Garuda, Keberangkatan 330 Jamaah Umroh Raihan Tour Palangkaraya Molor

Kondisi ini tak hanya menimbulkan kecemasan bagi para jamaah. Pihak pengelola PT Raihan Aliya Tour Palangkaraya pun dibuat kalang kabut,

Perubahan Sistem di Garuda, Keberangkatan 330 Jamaah Umroh Raihan Tour Palangkaraya Molor
tribunkalteng.com/khaitami
Ustadz Ahmad Giffari 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Keberangkatan sebanyak 330 calon jamaah umroh yang dikelola PT Raihan Aliya Tour Palangkaraya, terancam molor dari jadwal. Itu karena terjadinya perubahan sistem pada perusahaan maskapai penerbangan yang sebelumnya dipercaya untuk melayani angkutan jamaah.

Kondisi ini tak hanya menimbulkan kecemasan bagi para jamaah. Pihak pengelola PT Raihan Aliya Tour Palangkaraya pun dibuat kalang kabut, apalagi informasi baru diketahui pada Kamis (14/3/2019) malam.

"Dalam hal ini, yang dipertaruhkan adalah kepercayaan jamaah kepada biro perjalanan yang kami kelola. Apalagi sebelumnya keberangkatan jamaah juga telah ditunda dari tanggal 18 Maret karena hal serupa menjadi 20 dan 21 Maret 2019," ujar pengelola PT Raihan Aliya Tour Palangkaraya Ustadz Ahmad Giffary, Jumat (15/3/2019).

Ayo ke GATF di Palangkaraya Mall, Ada Promo Spesial dari Garuda Indonesia!

Penemabakan Jemaah Shalat Jumat di Masjid Al Noor Selandia Baru, Nasib 6 WNI Masih Belum Diketahui

Untuk keberangkatan jamaah, kata Giffary, pihaknya sejak beberapa bulan lalu telah melakukan pemesanan 2000 sheet melalui Garuda Indonesia. Untuk pemesanan tersebut, deposit juga telah dibayarkan sebesar Rp 2 miliar.

Akibat perubahan sistem itu, PT Raihan Aliya Tour Palangkaraya kembali dijanjikan pihak Garuda Indonesia untuk keberangkatan pada 26 Maret 2019. 

Namun kekhawatiran lain dari pihak pengelola travel muncul, yakni waktu yang tersedia bagi jamaah hanya bisa dilakukan selama 9 hari. Itu belum termasuk kepastian ketersediaan pemondokan selama berada di tanah suci.

"Kami masih melakukan koordinasi terkait hal ini. Namun sebagai konsekuensi, kami siap menanggung risiko kemungkinan menaikkan kelas hotel yang akan ditempati para jamaah," timpal dia.

Terkait hal ini, Branch Manajer PT Garuda Indonesia Palangkaraya Fajrin Nurrohman, menyatakan belum bisa memberikan penjelasan terkait hal ini.

"Memang ini terjadi karena ada perubahan sistem. Tapi kenapa bisa terjadi, saya belum bisa memberikan penjelasan," kata Fajrin singkat. (Tribunkalteng.com/Mustain Khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved