Kabar Dunia

Putra Osama bin Laden Ancam Serangan ke AS, Washington Tawarkan Rp 14 Miliar untuk Keberadaannya

Lokasi Hamza bin Laden yang kerap dijuluki dengan sebutan putra mahkota jihad itu telah menjadi bahan spekulasi selama bertahun-tahun.

Putra Osama bin Laden Ancam Serangan ke AS, Washington Tawarkan Rp 14 Miliar untuk Keberadaannya
Mirror
Hamza bin Laden 

TRIBUNKALTENG.COM - Washington menawarkan hadiah sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 14 miliar untuk informasi yang bisa mengarahkan pada lokasi keberadaan Hamza bin Laden, putra dari Osama bin Laden yang kerap disebut sebagai pewaris gerakan ekstremisme di masa depan.

Lokasi Hamza bin Laden yang kerap dijuluki dengan sebutan putra mahkota jihad itu telah menjadi bahan spekulasi selama bertahun-tahun.

Sejumlah laporan ada yang menyebut Hamza berada di Pakistan, namun ada juga yang mengklaim bahwa dia kini tinggal di Afghanistan.

Selain itu ada juga yang menyebut Suriah dan Iran sebagai tempat persembunyian Hamza.

Inilah Hamza, Putera Osama Bin Laden yang Kini Diburu AS

Ricuh Tayang Perdana Penolakan Film Dilan 1991 di Makassar, Videonya Viral

"Hamza bin Laden adalah putra mendiang pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dan telah muncul sebagai pewaris kepemimpinan dari jaringan itu," ujar pernyataan Departemen Luar Negeri AS, dikutip AFP, Jumat (1/3/2019).

Hamza, yang menurut AS kini berusia 30-an tahun, disebut telah mengancam untuk melancarkan serangan-serangan terhadap AS sebagai pembalasan atas pembunuhan ayahnya pada 2011, saat bersembunyi di kota Abbottabad, Pakistan, oleh pasukan khusus AS.

Badan-badan intelijen AS memandang Hamza bin Laden sebagai penerus ayahnya untuk menggerakkan jihad secara global, terlebih saat kelompok ISIS yang lebih ekstrem kini telah terdesak hingga batas terakhirnya di Suriah.

Pada 2015, Hamza sempat merilis pesan audio yang menyerukan para pendukungnya di Suriah agar bersatu dan mengklaim bahwa pertempuran di negara yang dilanda perang akan membuka jalan untuk "pembebasan Palestina".

Selain itu dalam sebuah pesan setahun kemudian, seperti yang dilakukan mendiang Osama, Hamza mendesak penggulingan kepemimpinan di negara Arab Saudi, asal mereka.

Dilansir AFP, tiga istri Osama yang masih hidup, beserta anak-anaknya, diam-diam disebut telah diizinkan untuk kembali ke Arab Saudi, usai terbunuhnya suami dan ayah mereka.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved