Kabar Kotim

Serangan Buaya Muara Mengganas, Dewan Sarankan Pemkab Kotim Lakukan Ini

Serangan buaya muara yang semakin ganas menyerang warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya, Sampit

Serangan Buaya Muara Mengganas, Dewan Sarankan Pemkab Kotim Lakukan Ini
(banjarmasinpost group/faturahman)
Pulau Hanaut, ini sejak lama dihuni oleh ratusan buaya muara Sungai Mentaya, karena merupakan habitatnya. Lokasinya ditengah-tengah sungai Mentaya, Kotim, Kalteng. Warga sekitar yang bermukim di lokasi ini sering diserang buaya yang menyeberang ke permukiman warga bantaran sungai. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Serangan buaya muara yang semakin ganas menyerang warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belakangan ini sudah sangat meresahkan warga setempat.

Populasi buaya muara yang tinggal di Pulau Hanaut, Kelurahan Hanaut Kecamatan Hanaut, Kotim, tampak semakin ganas menyerang warga yang melakukan aktifitas di Sungai Mentaya sehingga banyak warga Kotim yang menjadi korban serangan buaya muara tersebut.

Bahkan belakangan, warga Kotim menangkap dua buaya berukuran besar yang masuk jebakan yang dibuat warga dan petugas BKSDA Kalteng, setelah sebelumnya buaya muara tersebut sempat menyerang tangan warga hingga putus. Buaya yang ditangkap satu diantaranya ditemukan dalam keadaan mati.

Informasi warga Kotim, hingga , Kamis (28/2/2019) warga setempat masih memasang jebakan atau perangakap untuk menangkap buaya ganas yang sering mengganggu masyarakat setempat saat beraktifitas di Sungai Mentaya maupun di anak Sungai Mentaya tersebut.

Seratus Persen Sekolah di Kalteng Siap Gelar UNBK

Kedapatan Bawa Banyak Tabung Gas Elpiji Dini Hari, Ternyata Pria Muarateweh Kedapatan Lakukan Ini

Pekan ke-28 Liga Inggris, Tuan Rumah Liverpool Bungkam Tamunya Watford, Ini Hasil Lengkapnya

Ini kemudian menjadi perhatian Anggota DPRD Kalteng dapil Kotim dan Seruyan , HM Fahruddin, yang mengimbau warga mengurangi melakukan aktifitas di sungai, karena rawan serangan buaya. Apalagi, populasi buaya yang menghuni Pulau Hanaut cukup banyak dan kerap buaya menyeberang ke kawasan permukiman warga di bantaran Sungai Mentaya.

Anggota DPRD Kalteng, asal Sampit ini, meminta Pemkab Kotim, untuk kembali memberikan closet atau tempat buang air kepada warga bantaran sungai, dan saluran PDAM, agar warga tidak lagi melakukan aktifitas mandi, cuci kakus di jamban sungai.

"Dulu ada program pemberian closed itu, sehingga warga tidak melakukan aktifitas di Sungai, selayaknya ini terus dijalankan agar warga tidak lagi beraktifitas di Sungai yang rawan serangan buaya," ujar Fahruddin yang juga adalah anggota Komisi A DPRD Kalteng ini. (banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved