Kabar Kapuas

Tanah Milik Kemenag Kapuas di Jalan Pemuda Diukur Ulang, Kenapa ya?

Dalam pelaksanaannya, Kantor Kemenag Kapuas meminta bantuan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas untuk pengukuran kembali tanah yang berlokasi tak j

Tanah Milik Kemenag Kapuas di Jalan Pemuda Diukur Ulang, Kenapa ya?
tribunkalteng.com/fadly
Kepala Kemenag Kabupaten Kapuas H Ahmad Bahruni dan jajaran dan pihak terkait saat pengukuran kembali dan pemasangan patok tanah di Jalan Pemuda Kabupaten Kapuas, Selasa (26/2/2019) siang. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas melakukan pengukuran kembali tanah aset di Jalan Pemuda Kilometer 2 Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (26/2/2019).

Dalam pelaksanaannya, Kantor Kemenag Kapuas meminta bantuan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas untuk pengukuran kembali tanah yang berlokasi tak jauh dari Polres Kapuas tersebut.

Diundang pula, pemilik tanah yang bersebelahan dengan tanah milik Kemenag Kapuas, serta pihak kepolisian, TNI, Kecamatan, Kelurahan dan pihak terkait lainnya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaannya.

Kepala Kemenag Kapuas Serahkan SK Kenaikan Pangkat Untuk 40 ASN, Ini Pesannya

Ini 10 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Berhenti Minum Kopi

Kepala Kemenag Kabupaten Kapuas, H Ahmad Bahruni, mengatakan kegiatan saat itu adalah pengukuran kembali tanah milik Kemenag.

"Sesuai dengan sertifikat yang ada di BPN, tanah Kemenag di lokasi ini ada empat sertifikat. Hari ini dilakukan pengukuran kembali tanah dan pemasangan patoknya yang sudah hilang," kata Bahruni.

Pengukuran tanah negara yang sudah dihibahkan ke Kemenag tersebut, intinya adalah pengembalian kembali patok yang sebelumnya hilang, diukur kembali sesuai sertifikat dan dilakukan pemasangan patok.

"Ada empat sertifikat tanah Kemenag di lokasi ini. Peruntukannya ke depan, untuk pengembangan sekolah," jelasnya.

Pengukuran kembali tanah aset dan pemasangan patok, akan memudahkan ke depannya jika mau melakukan pembangunan dalam hal pengembangan sekolah.

Agar jangan sampai merugikan masyarakat pemilik tanah yang bersebelahan.

"Tanah ini dulu pengukuran dan pemasangan patoknya tahun 2002-2003 dan sertifikatnya tahun 2003-2004. Patoknya sudah hilang, maka itu dilakukan pengukuran ulang hari ini untuk pemasangan patok kembali untuk memperjelas," pungkasnya. (Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved