Tradisi Memberikan Makan Siluman Buaya, Dilakukan Orang Zaman Dulu, Terkait Penjajahan?

Sebagian warga Kalsel mengenal adanya tradisi pemelihara siluman buaya. Tradisi ini berbeda-beda setiap keluarga.

Tradisi Memberikan Makan Siluman Buaya, Dilakukan Orang Zaman Dulu, Terkait Penjajahan?
Dok M Reza untuk BPost Group
Tradisi memberi makan buaya siluman di Sungai Bilu Banjarmasin. 

TRIBUNKALTENG.COM - Sebagian warga Kalsel mengenal adanya tradisi memelihara siluman buaya. Tradisi ini berbeda-beda setiap keluarga.

Salah satu anggota keluarga yang keluarganya memelihara buaya adalah Madani.

Warga Pelaihari keturunan Kelua Tabalong ini mengaku juga memiliki nenek yang diakuinya pernah memelihara siluman buaya atau buaya kuning.

"Nenek di Kelua, jadi setiap generasinya harus mandi saja setiap baru lahiran," ujarnya terkait siluman buaya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (22/2/2019).

Jika tidak dimandikan di sungai di Kelua, terang Madani, biasanya anak dari keluarga tersebut sering rewel, sakit atau hal lain.

Geger Buaya 5 Meter Masuk Permukiman Warga, Sudah Tiga Kali Terjadi

Mengambil Mangga Jatuh, Bocah 8 Tahun Ditembak Oknum Pejabat

"Saya dulu usia SD diajak mandi ke sana," sebutnya.

Selain itu terangnya tak ada tradisi lain yang harus dilakukan.

Terkait tujuan memelihara buaya siluman, Madani menerangkan tujuannya demi perang pada jaman penjajahan dahulu. Sehingga setiap orang membentengi diri dengan berbagai ilmu.

Kisah Keturunan Pemelihara Siluman Buaya

Menjadi keturunan keempat pemelihara siluman buaya membuat Norsehat memang berbeda dengan orang lain.

Halaman
1234
Penulis: Milna Sari
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved