Kabar Barito Utara

Pencari Kayu Sibitan Tenggelam di Sungai Teweh, Warga Barut Ditemukan dalam Kondisi Begini

Selanjutnya, korban hanyut terbawa arus sungai Teweh, tidak berapa lama datang Padli dan Rahman warga desa setempat.

Pencari Kayu Sibitan Tenggelam di Sungai Teweh, Warga Barut Ditemukan dalam Kondisi Begini
Polre Barito Utara
Jenazah saat disemayamkan di ramah duka di Barito Utara, Kalteng 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Warga yang bermukim di Muara Wakat, Kamis (21/2/2019) malam geger adanya peristiwa orang tenggelam di aliran anak Sungai Teweh, Desa Muara Wakat Kecamatan Teweh Timur , Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah.

Seorang warga yang bekerja mencari sibitan kayu bernama, Hasanudin, (45) tinggal di Jalan Tujuh Enam Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur, tewas tenggelam saat berenang menyeberangi sungai teweh mencari sibitan kayu yang larut.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Teweh Timur, Camat Teweh Timur anggota Polsek Teweh Timur beserta anggota Koramil 1013-04 Teweh Timur berangkat menggunakan kendaraan roda dua menuju Desa Muara Wakat, untuk membantu mencari orang tenggelam.

Dua Hari Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Terusan Kapuas Akhirnya Ditemukan

Q Mall Bakal Bagi 3000 Bingkisan di Haul ke-14 Guru Sekumpul, Lahan Parkir Disiapkan untuk Jemaah

Informasi dari Dewi, warga setempat, saat kejadian korban mencari sibitan kayu menggunakan jukung atau sampan, tetapi setelah melihat susah mencari kayu pakai sampan akhirnya korban mencari kayu dengan berenang hingga ke tengah sungai.

"Dia sudah dua hari ini mencari kayu dengan cara berenang menyeberangi sungai, memang jukungnya ada saja, tetapi tidak dipakai hanya diiikat di pinggiran sungai. Awalnya dia mencari sibitan kayu bersama dua orang anaknya tetapi menjelang malam dia mencari kayu sendirian," ujarnya .

Dewi mengatakan, saat itu, dia melihat korban, dari jarak sekitar 10 meter dari hilir jamban, tempat kejadian perkara.

"Saat itu, saya melihat korban berusaha menggapai sampan yang sedang di tambat di tiang jamban milik mertua korban tetapi tidak bisa memegang sampan tersebut," ujarnya.

Selanjutnya, korban hanyut terbawa arus sungai Teweh, tidak berapa lama datang Padli dan Rahman warga desa setempat.

Saat itu keduanya berada tidak jauh dari tempat korban tenggelam.

"Mereka berdua sedang mencari ikan, melihat korban tenggelam langsung mencari korban dengan cara menyelam, namun belum juga ditemukan," ujarnya.

Kemudian, beberapa warga Desa Muara wakat datang ke TKP untuk melakukan pencarian korban menggunakan sampan kecil dengan cara menyisir pinggiran sungai Teweh, hingga pukul 20.30 wib, malam itu, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

"Jasadnya ditemukan terapung di teluk sungai Panti tak jauh dari TKP tenggelam, saat itu posisi tubuh korban tertelungkup, korban ditemukan tidak menggunakan baju dan memakai celana pendek, kemudian korban ditolong oleh warga untuk dibawa ke rumahnya," ujar Cameh warga yang pertama melihat korban tewas tertelungkup mengapung di Sungai Teweh.

Informasi dari warga setempat, pihak keluarga korban telah disarankan oleh Kapolsek Teweh Timur agar jasad korban dilakukan Visum, namun keluarga korban tidak mau dan juga telah mengihklaskan korban dikarenakan kematian korban merupakan musibah.

Korban dimakamkan Jumat (22/2/2019) hari ini di pemakaman setempat. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved