Kabar Kapuas

Tujuh Desa di Kecamatan Kapuas Tengah Terendam

Banjir rendam tujuh desa di Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tujuh Desa di Kecamatan Kapuas Tengah Terendam
(istimewa/Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Kapuas)
Warga berjalan di jalan yang terendam air. Tujuh desa di Kecamatan Kapuas Tengah saat ini terendam akibat meluapnya DAS Kapuas. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Banjir rendam tujuh desa di Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Air mulai naik dan menggenang pemukiman warga di wilayah hulu itu sejak akhir pekan tadi.

Data dari Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Kapuas, tujuh desa yang tergenang diantaranya Desa Bajuh, Desa Marapit, Desa Pujon, Desa Tapen, Desa Penda Muntei,  Desa Kota Baru dan Desa Kayu Bulan.

Kondisi banjir di masing-masing desa bervariasi ketinggian airnya. Paling tinggi di Desa Bajuh, ketinggian air mencapai 100 sentimeter dari permukaan jalan umum dan sudah merendam sebagian rumah. Kondisi debit air terus mengalami peningkatan.

Atasi Banjir Jalan Bukitrawi Dibangun Dua Jalur, Pembebasan Lahan Rp 6 Miliar

Dua Pemancing Ini Kaget Temukan Kerangka di Semak Desa Trinsing Barito Utara

16 Besar Liga Champions - Atletico Madrid Vs Juventus, Duel Cristiano Ronaldo dengan Alvaro Morata

Kemudian di Desa Marapit, ketinggian air 40 sentimeter dari permukaan jalan umum dan tidak ada merendam rumah. Hanya menggenang jalan umum dan kondisi debit air terus mengalami peningkatan.

Lalu, di Desa Pujon, Desa Tapen, Desa Penda Muntei, Desa Kota Baru dan Desa Kayu Bulan, ketinggian air rata-rata sekitar 20 sentimeter dari permukaan jalan umum.

Banjir di lima desa itu tidak ada merendam rumah, hanya menggenang jalan umum. Kondisi debit air pun terus mengalami peningkatan.

Izul (35) warga Desa Pujon, mengatakan bahwa di wilayah tempat tinggalnya memang kerap terjadi banjir.

"Ya, tentu kami berharap air cepat surut. Kalau tergenang seperti ini, sedikit banyaknya jelas mengganggu aktivitas," kata Izul ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga, Selasa (19/2/2019) mengatakan pihaknya telah mengecek ke lokasi yang diinformasikan terjadi banjir.

"Penyebab banjir diperkirakan karena curah hujan yang tinggi dan meluapnya DAS Kapuas," kata Sinaga, sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas.

Dilanjutkannya, sebagaimana update data, Selasa (19/2/2019),  tidak ada korban jiwa, hilang dan luka-luka akibat banjir ini.

"Dari tujuh desa, hanya Desa Bajuh yang air sampai masuk rumah. Ada 20 rumah dengan 20 KK di desa itu," tambahnya.

Masih menurutnya, BPBD Kabupaten Kapuas akan terus melakukan pemantauan dan  koordinasi dengan Camat dan Perangkat Desa untuk berperan aktif.

"Mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi banjir. Tentu kita berharap air cepat surut," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved