Kabar Kapuas

Tanpa Meja dan Kursi, Puluhan Siswa Madrasah Aliyah di Kapuas Terpaksa Lesehan Saat Simulasi UNBK

Sebanyak 66 siswa di Madrasah Aliyah (MA) Thalabul Irsyad terpaksa lesehan saat mengikuti simulasi UNBK di sekolahnya, Jumat (8/2/2009)

Tanpa Meja dan Kursi, Puluhan Siswa Madrasah Aliyah di Kapuas Terpaksa Lesehan Saat Simulasi UNBK
(istimewa/MA Thalabul Irsyad)
Siswa lesehan saat mengikuti simulasi UNBK di Madrasah Aliyah Thalabul Irsyad, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

 TRIBUNKALTENG.COM, KAPUAS - Minim sarana prasarana, begitulah gambaran saat pelaksanaan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) di Madrasah Aliyah (MA) Thalabul Irsyad, Jumat (8/2/2019).

Puluhan siswa mengikuti simulasi dengan kondisi seadanya di MA yang berlokasi di Desa Sei Tatas Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut.

Madrasah tersebut belum punya laboratorium komputer, maka itu pelaksanaan simulasi digelar di ruangan guru yang meja dan kursinya belum ada. Puluhan siswa pun terpaksa lesehan saat simulasi.

Anji Bakal Hadir di Palangkaraya, Meriahkan Gelaran Milenial Road Safety Festival (MRSF)

Ekonomi Kalteng Tahun 2018 Tumbuh 5,64 Persen

Sambil Peluk Putranya yang Berumur 10 Tahun, Jessy Lompat dari Jembatan Setinggi 100 Meter

Laptop yang digunakan pun dari pinjaman sana-sini, baik itu pinjaman dari guru dan siswa, sampai akhirnya terkumpul 22 buah laptop.

Meski demikian 66 orang siswa peserta UMBK tetap bersemangat dan bersungguh-sungguh mengikuti pelaksanaannya. Motivasi dan semangat pun berulang kali disampaikan dewan guru di madrasah tersebut.

Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Thalabul Irsyad Kapuas, Suhardi, Jumat (8/2/2019) mengakui minimnya fasilitas di sekolah itu. Mereka tidak memiliki fasilitas laboratorium komputer sehingga simulasi UNBK dilaksanakan di ruang guru.

"Ruangan guru belum ada meja dan kursi, ya lesehan saja. Laptop yang digunakan saja pinjaman dari guru dan siswa berjumlah 22 buah untuk dipakai 66 orang peserta. Bahkan biaya server saja masih ngutang," ungkapnya.

Ia mengatakan saat itu hari terakhir pelaksanaan simulasi. Simulasi ini dilaksanakan dari tanggal 4 Februari tadi hingga hari ini (8 Februari 2019).

Dua Sekawan Warga Kualakapuas Ini Tak Berkutik Diamankan Polisi, Ternyata Benda Ini yang Ditemukan

Nissan Livina-Xpander Diluncurkan Akhir Bulan Ini

Dilanjutkannya, simulasi tersebut merupakan simulasi yang kedua, sebab yang pertama sudah dilaksanakan namun MA Thalabul Irsyad belum bisa mengikuti atau melaksanakan.

"Kami baru bisa ikut simulasi yang tahap kedua ini karena fasilitas pendukung untuk UNBK belum memadai. Dengan keadaan seperti ini, pihaknya pun sangat berharap uluran tangan pemerintah,"ungkapnya.(banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved