Pilpres 2019

Hasto Sayangkan Puisi 'Doa yang Tertukar', Fadli Zon Harusnya Menunjukkan Jati Diri

Puisi "Doa yang Tertukar" yang ditulis oleh Fadli Zon dianggap memojokan ulama senior KH Maimoen Zubair.

Hasto Sayangkan Puisi 'Doa yang Tertukar', Fadli Zon Harusnya Menunjukkan Jati Diri
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat memberikan konsolidasi pemenangan Pemilu 2019 di Aula Hotel Bintang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, CIANJUR - Puisi "Doa yang Tertukar" yang ditulis oleh Fadli Zon semakin memanaskan suhu politik jelang pilpres.  Puisi tersebut dianggap memojokan ulama senior KH Maimoen Zubair.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Maruf Amin, Hasto Kristiyanto menyayangkan sikap Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menuliskan puisi "Doa yang Ditukar" yang dianggap memojokkan ulama senior KH Maimoen Zubair.

Menurut Hasto, Fadli harusnya menunjukkan jati diri sebagai seorang pemimpin lembaga publik.

Mulan Jameela Datangi Komnas HAM, Inginkan Ahmad Dhani Dikembalikan ke Cipinang

Tangan Diborgol dan Pakai Baju Tahanan, Begini Penampakan Terkini Vanessa Angel

Kapal Meledak di Samarinda, Korban Tenggelam Samarinda Ditemukan, Satu Lagi Masih Dicari

"Minimal tahu sopan santun, tahu budi pekerti," kata Hasto Kristiyanto dalam sambutannya di Safari Kebangsaan VII, di Aula Hotel Bintang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).

 Sebagai kader PDI Perjuangan, Hasto mengaku pihaknya sangat resah dengan tindakan Fadli Zon itu.

Sebab seorang ulama justru diperlakukan seperti itu oleh seorang Fadli, yang baginya tak paham etika Indonesia.

"Seharusnya itu tidak boleh ditunjukkan oleh pimpinan lembaga tinggi negara," tegasnya.

Sekjen PDI Perjuangan itu pun menyayangkan hanya karena kepentingan elektoral pemilu, Fadli tega melakukannya.

Sepekan Menghilang, Bupati Supian Hadi Kembali ke Sampit, Gratis Pakai Kios Pasar Mentaya

Pekan ke-27, Manchester City Kembali ke Puncak Klasemen Premier League, Berikut Kronologisnya

Padahal pemilu seharusnya menjadi momen meningkatkan keadaban publik.

"Sebagai orang timur, bukan seenaknya berbicara. Karena kita bernegara juga ada Pancasila," tutur Hasto.

"Apalagi puisi, jangan sampai dilakukan untuk menyerang sosok ulama yang kita hormati. Dari sosok pemimpin harusnya muncul keteladanan, bukan kebencian," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasto: Sebagai Pejabat, Fadli Zon Harusnya Minimal Tahu Sopan Santun
(Penulis: chaerul umam)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved