Kabar Kalsel

Per Ekor Dihargai Rp 1.000, Warga Desa di Kabupaten Banjar Ini Bersemangat Buru Tikus

Saat ini momen yang tepat untuk melakukukan kegiatan pembasmian karena genangan air di persawahan cukup dalam sehingga binatang pengerat tersebut kelu

Per Ekor Dihargai Rp 1.000, Warga Desa di Kabupaten Banjar Ini Bersemangat Buru Tikus
Ist/DINAS TPH BANJAR
Petani Tambakbaru Ulu senang menerima imbalan uang dari kegigihannya menangkap/membunuh tikus pada kegiatan gropyokan, Jumat pekan tadi. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Gerakan pembasmian tikus terus digencarkan petani di Kabupaten Banjar. Bahkan di lingkungan Desa Tambakbaru Ulu, Kecamatan Martapura, pemerintah desa setempat menempuh cara khusus untuk memacu semangat warganya.

Disiapkan uang tunai sebesar Rp 1.000 tiap ekor tikus yang berhasil ditangkap dan dibunuh.

Petani setempat pun makin antusias dan mereka ramai-ramai turun ke persawahan setempat untuk mengeksekusi binatang pengerat itu.

Hasilnya cukup memuaskan. Hanya sekitar empat jam bergerak, mereka berhasil membunuh 1.038 ekor tikus. "Itu hasil gerakan gropyokan yang kami laksanakan pada Jumat pekan tadi. Sekitar 50 orang petani yang ambil bagian," tutur Syaiful, koordinator POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar, Senin (28/01/2019).

Dikatakannya, hingga kini tikus memang masih menjadi momok bagi para petani di Kabupaten Banjar, termasuk di Desa Tambakbaru Ulu.

Saat ini momen yang tepat untuk melakukukan kegiatan pembasmian karena genangan air di persawahan cukup dalam sehingga binatang pengerat tersebut keluar dari lubang persembunyian mencari tempat yang tinggi.

Petani di Tambakbaru Ulu saat ini juga sedang mempersiapkan bibit. Sebagian petani setempat mulai menyemai (teradak). Kegiatan penanaman akan dimulai pada Apri/Meil mendatang. Karenanya saat ini perburuan tikus perlu diintensifkan.

Ketinggian genangan air di persawahan di Tambakbaru Ulu saat ini masih cukup dalam yakni sekitar satu meter.

Tikus banyak terkonsentrasi di gundukan tanah yang agak tinggi di area sawah. Saat ramai-ramai turun melakukan gropyokan, Jumat pagi pekan tadi, petani setempat menggunakan beberapa unit jukung.

Mereka umumnya menggunakan tombak dan sebagiannya lagi menggunakan senapan angin.

"Mereka mendekati dan mengelilingi gungukan tanah tempat tikus berkumpul. Jadi, tinggal mengeksekusinya dengan tombak dan ditembak. Tikus yang lari dan nekad bercebur tinggal dipukul," sebut Syaiful.

Ia mengatakan gropyokan tersebut menindaklanjut pencanangan gerakan pembasmian hama tikus oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman di Desa Tambakhanyar pada November 2018 lalu. "Pascagropyokan, petani Tambakbaru Ulu meneruskan pembasmian tikus melalui pengumpanan racun tikus," sebutnya.

Kalangan petani di Kabupaten Banjar selalu antusias mengikuti kegiatan pembasmian tikus. Mereka berharap pihak Dinas TPH atau pemerintah desa terus memberi support kepada petani untuk mengintensifkan kegiatan tersebut.

"Kalau bisa kami dibantu racun tikus dalam jumlah yang memadai dan gerakan pembasmiannya yang serentak di semua tempat. Setidaknya yang berada pada satu hamparan," cetus Madi, petani di Kecamatan Martapura.

Kepala Dinas TPH Banjar HM Fachry mengatakan hama tikus merupakan binatang yang cukup cepat perkembangbiakannya. Karena itu, gerakan pembasmian pun harus dilakukan secara intensif pula melalui berbagai cara, baik gropyokan, pengumpanan racun, maupun pengasapan.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved