Kalteng Kita

Marak Penjualan Obat Herbal Tak Berizin, Ini Tindakan Dinas Kesehatan Kalteng

Beberapa warga, yang menggunakan obat herbal tanpa registrasi, mengatakan, mereka menggunakan obat tersebut, karena selama ini aman-aman saja.

Marak Penjualan Obat Herbal Tak Berizin, Ini Tindakan Dinas Kesehatan Kalteng
tribunkalteng.com/fathurahman
Ilustrasi - Pemusnahan obat ilegal 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Maraknya beredar obat-obat herbal tradisional tanpa melalui pemeriksaan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM) maupun Dinas Kesehatan yang membahayakan bagi pemakainya, mendapat perhatian pemerintah setempat.

Obat-obatan herbal tradisional tanpa registrasi ini masih marak dijual di beberapa tempat penjualan obat maupun di pasar tradisional setempat, dan masih banyak dibeli warga.

Beberapa warga, yang menggunakan obat herbal tanpa registrasi, mengatakan, mereka menggunakan obat tersebut, karena selama ini aman-aman saja.

Dinkes Ragukan Khasiat Obat Herbal di Kalteng, Banyak Belum Teregistrasi

Bocah 6 Tahun Buta karena Dugaan Malapraktik, Kepala RSUD Sangatta Ditelepon Tim Hotman Paris

"Saya beli obat bawang dayak, akar bahas, saluang belum, dan semut jepang, untuk kesehatan, hingga saat ini aman saja, makanya tetap beli untuk menjaga kesehatan," ujar Ibrahim, seorang warga Palangkaraya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Samsul, mengatakan, banyak produk obat herbal yang dicampurkan dengan bahan kimia, sehingga jika obat semacam itu tidak dilakukan pemeriksaan akan membahayakan bagi kesehatan yang menggunakannya.

"Ini yang harus diantisipasi, karena jika tidak diregister bisa berdampak bagi kesehatan pemakainya. Sebab itu, dalam beberapa minggu ini kami sudah mengumpulkan UMKM dari penjual obat herbal yang ada di Kalteng untuk membantu dalam hal proses obat herbal dari penyediaan kemasan hingga memproduksinya," ujarnya Jumat (25/1/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng, HM Hatta, mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Balai POM, Dinkes Satpol PP dan Polisi untuk melakukan pengecekan penjualan obat dan makanan yang dijual di pasar tradisional untuk melihat register obat herbal.

"Lebih baik dilakukan pemantauan oleh tim untuk menjamin kesehatan konsumen," ujarnya.

TRIBUNKALTENG.COM/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved