OTT Bupati Mesuji

KPK Ungkap Bupati Mesuji Diduga Terima "Fee" Proyek Infrastruktur Rp 1,28 Miliar

Setelah melakukan OTT, KPK telah menetapkan Bupati Mesuji Khamami sebagai tersangka

KPK Ungkap Bupati Mesuji Diduga Terima
(DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com)
Tim penindakan KPK menunjukkan barang bukti yang disita KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Mesuji Khamami. Khamami diduga menerima fee sekitar Rp 1,28 miliar dari pengusaha bernama Sibron Azis melalui beberapa perantara. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Seusai menangkap Bupati Mesuji Khamami dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) ), KPK telah menetapkan Bupati yang menjabat dua periode itu sebagai tersangka.

KP juga menetapkan, adik Khamami, Taufik Hidayat dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wawan Suhendra  menjadi tersangka.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Khamami diduga menerima fee sekitar Rp 1,28 miliar dari pengusaha bernama Sibron Azis melalui beberapa perantara.

Kabar Pernikahan BTP dan Bripda Puput Mengemuka, Ini Enam Fakta Tanggapan Orang Terdekat

Klub Belgia, AFC Tubize Akhirnya Kontrak Firza Andika

Kasus Prostitusi Online Mencengangkan, Polisi Temukan 1.000 Video Panas Artis di Ponsel Mucikari

Sibron merupakan pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri (PT SP). Ia bersama seorang swasta bernama Kardinal menjadi tersangka. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

"Diduga pemberian uang terkait dengan fee pembangunan proyek-proyek infrastruktur di lingkungan Kabupaten Mesuji yang diduga berasal dari perusahaan yang sedang mengerjakan proyek-proyek," kata Basaria dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Situasi Markas Kepolisian Daerah Lampung, Kamis (24/1/2019) dini hari. KPK kembali melakukan operasi tangkap di Lampung. Kali ini, KPK menangkap Bupati Mesuji Khamami, PNS di Pemkab Mesuji, dan sejumlah pihak swasta.
Situasi Markas Kepolisian Daerah Lampung, Kamis (24/1/2019) dini hari. KPK kembali melakukan operasi tangkap di Lampung. Kali ini, KPK menangkap Bupati Mesuji Khamami, PNS di Pemkab Mesuji, dan sejumlah pihak swasta. (KOMPAS/VINA OKTAVIA)

Uang tersebut diduga bagian dari permintaan fee proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta Khamami melalui Wawan.

Permintaan itu diteruskan Wawan ke rekanan calon pemenang atau pelaksana proyek di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sebelum proses lelang.

"Diduga fee tersebut merupakan pembayaran fee atas 4 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh dua perusahaan milik SA (Sibron)," kata Basaria.

Fee tersebut diduga diberikan melalui Taufik untuk diserahkan ke Khamami. Basaria memaparkan, Khamami diduga pernah menerima fee lainnya.

Hadapi Manchester United di Liga Champian, PSG Terancam Tanpa Neymar

Ahok Bebas dan Ramai Diberitakan, Sebaliknya Kabar Veronica Tan Tenggelam

Pada 28 Mei 2018, setelah tanda tangan kontrak, diduga menerima uang sebesar Rp 200 juta. Tanggal 6 Agustus 2018 diduga menerima uang senilai Rp 100 juta.

Khamami, Taufik, dan Wawan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sementara, Sibron dan Kardinal disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Mesuji Diduga Terima "Fee" Proyek Sekitar Rp 1,28 Miliar"

(Penulis : Dylan Aprialdo Rachman)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved