Kabar Palangkaraya

Polda Kalteng Datangkan Pakar Intelijen Media, Latih Personil Mengetahui Informasi Medsos

Polda Kalteng mengundang pakar intelijen media Rustika Herlambang beserta tim untuk memberikan pelatihan kepada anggota Polda Kalteng.

Polda Kalteng Datangkan Pakar Intelijen Media, Latih Personil Mengetahui Informasi Medsos
istimewa/(Humas Polda Kalteng)
Pelatihan Inteligence Management Media (IMM) di Polda Kalteng, mengundang pakar intelijen media Rustika Herlambang beserta tim untuk memberikan pelatihan kepada anggota Polda Kalteng.

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) makin gencar melakukan patroli cyber memantau media sosial jelang Pelaksanaan Pilgub dan Pilpres yang akan digelar tahun 2019 ini.

Sudah beberapa warga Kalteng yang diproses hukum lantaran telah menyebarkan berita bohong atau hoax dan menyebarkan ujaran kebencian melalui beberapa akun di media daring, sehingga pemilik akun berurusan dengan pihak kepolisian.

Direktur Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kalteng, Kombes Pol Adex Yudisman, dalam beberapa kesempatan kepada pers mengingatkan agar, warga net bisa bijaksana dalam bermedsos, sehingga tidak termasuk orang yang menyebarkan berita hoax atau ujaran kebencian di medsos.

Sementara itu, Polda Kalteng , sejak Selasa (22/1/2019)  melatih personilnya dalam kegiatan pelaksanaan pelatihan Inteligence Management Media (IMM), yang digelar sejak beberapa hari ini. 

Ahok Bebas dari Penjara Disiarkan Live Streaming di Youtube Panggil Saya BTP

Tak Ada Kesepakatan dengan PT Dirgantara Indonesia, Pemprov Kaltara Batal Beli Pesawat N-219

Beredar Rekaman Pesan Suara Terakhir Bintang Sepakbola Emiliano Sala Sebelum Pesawatnya Hilang

Polda Kalteng, bahkan  mengundang pakar intelijen media Rustika Herlambang beserta tim untuk memberikan pelatihan kepada anggota Polda Kalteng.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko, mengatakan, pelatihan IMM yang digelar di Graha Bhayangkara, Mapolda sangat bermanfaat dalam mengetahui informasi apa yang menjadi tranding topik di suatu wilayah melalui media sosial,sehingga polisi perlu belajar dengan pakarnya.

Sedangkan, Rustika Herlambang menyampaikan, situasi politik sekarang sangatlah berbeda dari sebelumnya.

“Benih-benih ini telah berkembang sejak beberapa tahun yang lalu, disebabkan informasi yang berkembang sangat masiv,” jelasnya dihadapan para kapolres se Kalteng yang juga hadir.s

Dia mengatakan, seorang anggota Polri harus mampu menjadi editor terhadap informasi yang berkembang di masyarakat tersebut.

Bandara Internasional Hang Nadim Lengang, 3 Maskapai Batalkan Penerbangan Gara-gara Sepi Penumpang

Kisah Prostitusi Online Artis, Robby Abbas: Ada yang Hamil 14 Minggu

“Polisi harus bisa memberikan saran yang menyejukan dan menyasar kepada sisi emosional masyarakat yang menjadi objek pemberian informasi,” ucapnya di depan  173 orang personil Polda Kalteng.

Dia mengatakan, bahasa yang dipergunakan haruslah bersifat mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga mudah dimengerti dan ditangkap.

“Berdasarkan perkembangan peradaban, saat ini telah terjadi perang informasi, psikologi dan IT,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved